
Usai menghempaskan Yokohama Marinos dua gol tanpa balas, klub Sanfrecce Hiroshima menjadi jawara Piala Super Jepang. Menurut warta NHK pada Sabtu (22/2/2014), sudah kali kedua gelar tersebut menjadi milik Sanfrecce Hiroshima.
Adalah dua striker usia muda Sanfrecce, Gakuto Nostsuda dan Takuma Asano yang melesakkan bola ke gawang Yokohama Marinos. Awalnya, Notsuda yang mencetak gol pertama bagi klub anggota Liga Jepang itu pada menit keenam sebelum pemain pengganti Takuma Asano giliran menceploskan bola ke gawang lawan pada menit ke-66. Sementara, pertandingan yang dihelat di Stadion Nasional Tokyo itu adalah laga paling bontot sebelum bangunan stadion diruntuhkan untuk dibangun kembali demi menjadi tuan rumah Olimpiade 2020.
Sebelumnya, Yokohama Marinos pernah mengalahkan Sanfrecce Hiroshima dengan angka sama pada musim terakhir final Piala Kaisar. "Kami sudah bekerja keras dan kami bahagia atas pencapaian kali ini,"kata Manajer Sanfrecce Hiroshima Hajime Moriyasu.
Sejatinya, sudah dua kali Yokohama Marinos mengalahkan Sanfrecce Hiroshima pada akhir musim liga lalu. Tapi, klub ini menyia-nyiakan kesempatan meraih poin empat angka penuh demi mencapai puncak klasemen dengan dua pertandingan tersisa. Kenyataan ini juga memupuskan harapan Yokohama Marinos mengulang kejayaan kali pertama pada musim 2004 silam.
Selengkapnya...
Minggu, 23 Februari 2014
Sanfrecce Hiroshima Jadi Jawara Piala Super Jepang Setelah Hempaskan Yokohama Marinos
Rabu, 12 Desember 2012
Sanfrecce Hiroshima Rebut Peringkat Lima Piala Dunia Antarklub

Sanfrecce Hiroshima mengunci peringkat kelima Piala Dunia Antarklub setelah mengempaskan perlawanan Ulsai Hundai 3-2.
Sempat ketinggalan lebih dulu, wakil tuan
rumah berbalik menang berkat dwigol Hisato Sato menyusul torehan penyama
kedudukan Satoru Yamagishi. Gol Young Lee di ujung laga sifatnya
sekadar konsolasi buat Ulsan.
Adapun kedua utusan Asia ini harus berduel dalam perebutan tempat
kelima setelah terdepak di babak perempat-final. Sanfrecce dijegal Al
Ahly 2-1, sementara Ulsan menyerah 3-1 dari Monterrey.
Walaupun hanya menjadi tim terbaik kelima dalam turnamen yang
melibatkan klub juara dari seluruh konfederasi dunia, pencapaian ini
patut disambut rasa bangga oleh Sanfrecce dan publik Jepang.
Dalam laga yang tersaji di Stadion Toyota, Ulsan berhasil memecah
kebuntuan menginjak menit ke-17. Mengantisipasi sebuah umpan jauh, bek
Sanfrecce, Hiroshi Mizumoto, berusaha melakukan back-pass. Apes, bola justru bersarang di dalam gawang sendiri.
Keunggulan 1-0 tak membuat utusan Korea Selatan mengendurkan tekanan.
Sejumlah peluang pun dihasilkan, namun seluruhnya gagal berbuah gol
tambahan.
Sementara Sanfrecce yang sejatinya kurang kreatif dalam melakukan
serangan justru mampu menyamakan kedudukan sepuluh menit sebelum paruh
pertama rampung.
Eksekusi sepakan bebas Koji Morisaki dapat ditepis kiper Young-Kwang Kim, namun bola muntah segera disambar Satoru Yamagishi untuk menggetarkan jala Ulsan. Skor imbang 1-1 bertahan hingga kedua tim memasuki ruang ganti.
Meningkatkan intensitas tekanan selepas jeda, tim besutan Hajime
Moriyasu ganti memimpin pada menit ke-56. Pendukung Sanfrecce bersorak
girang setelah tendangan pelan namun akurat dari Hisato Sato, menerima crossing Yamagishi, gagal diantisipasi Kim.
Sato kemudian mengukir nama di papan skor untuk kali kedua sekaligus menambah keunggulan Sanfrecce seperempat jam berselang.
Yoji Takahagi menampilkan aksi dribel untuk mengecoh pemain bertahan
Ulsan sebelum mengakhirinya dengan umpan manis kepada Sato. Penyerang 30
tahun itu pun menaklukkan Kim tanpa kesulitan berarti.
Tertinggal dua gol, Ulsan berusaha keras untuk bangkit, dan berhasil mempertipis ketertinggalan memasuki menit kelima injury time melalui Yong Lee. Sayang, gol itu datang terlalu terlambat dan klub asuhan Kim Ho-Gon pun gagal terhindar dari kekalahan.
Selengkapnya...