Mantan striker Tottenham Hotspur, Clint Dempsey akui bahwa dirinya
cukup terkejut bahwa dirinya akan secepat ini kembali ke kampung
halamannya di Amerika Serikat.
Seperti yang telah kita ketahui Dempsey telah kembali ke MLS untuk
bermain bersama Seattle Sounders dengan ikatan kontrak selama 4 tahun.
Dipercaya nilai transfer sang pemain berkisar sebesar 7 juta Euro (95
miliar Rupiah).
Dempsey meninggalkan MLS pada tahun 2006 silam untuk bergabung ke
Fulham di Liga Premier. 5 musim bermain di Craven Cottage, ia dipinang
oleh Tottenham, dan hanya semusim disana hingga sekarang pulang lagi.
“Saya memiliki sisa dua tahun dalam kontrak saya dengan Tottenham,” ujar Dempsey kepada Evening Standard.
“Sejujurnya kepada anda semua, melihat ketika pra musim, saya mengira
saya masih akan berada di sana [Tottenham], tapi saya pikir ini
hanyalah masalah waktu.”
“Keadaan yang tepat telah tiba. MLS dan Seattle Sounders melewati
gunung untuk membuat saya kembali dan saya ingin kembali selama saya
masih bisa. Saya tidak ingin kembali ketika saya sudah berlalu karena
saya ingin membuat sebuah pengaruh yang kuat.”
“Saya tidak tahu apakah efek kedatangan saya seperti apa, jadi mari
kita tunggu dan lihat. Saya tak sabar kembali dan bermain dalam gaya
permainan sepakbola yang saya cintai, dengan gaya permainan Amerika
Selatan. Lebih kreatif dalam bola dan memiliki sedikit lebih banyak
kebebasan untuk mencoba banyak hal.
Di MLS, Dempsey menjadi pemain bergaji terbesar. Ia mendapat lebih dari 5 juta dollar per musimnya di Sounders.
Tampilkan postingan dengan label usa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usa. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Agustus 2013
Dempsey Tak Menyangka Akan Pulang Kampung Secepat Ini
Selasa, 09 Juli 2013
Messi & Friends 9-6 Rest of the World XI (Charity Match)
Megabintang Lionel Messi kembali menggelar laga amal di stadion Soccer Field, Chicago, yang dihadiri oleh sekitar 25.000 fans.
Pada laga amal yang digelar Messi Foundation untuk membantu anak-anak
di Argentina ini, tim Messi berhasil menaklukkan Rest of the World XI
dengan skor 9-6. Messi sendiri mencetak 4 gol pada laga tersebut sebelum
digantikan di menit-69.
Namun meski mencetak 4 gol, gol paling indah pada laga ini justru
dicetak oleh pemain amatir Matt Eliason melalui tendangan salto, setelah
menerima umpan manis dari Thierry Henry.
Jumat, 10 Agustus 2012
Usa sabet medali emas di cabang sepak bola putri
Carli Lloyd (nomor 10) menjadi pahlawan kemenangan AS di final berkat sumbangan dua golnya/AFP
LONDON – Amerika Serikat berhasil keluar sebagai juara sepak bola putri Olimpiade 2012 setelah mengalahkan Jepang 2-1 di final. Ini merupakan medali emas mereka yang ketiga secara berturut-turut.
Dua gol tim berjuluk Star and Stripes tersebut dijaringkan gelandang Carli Lloyd, yakni sebuah sundulan pada menit kedelapan dan tendangan kaki kiri di tepi kotak penalti pada menit ke-54.
Jepang, yang pada final Piala Dunia 2011 lalu sukses mengalahkan AS, baru bisa memperkecil kedudukan pada menit ke-63 ketika Yuki Ogimi mencetak gol dari jarak dekat. Usaha tim yang dijuluki Nadeshiko ini untuk menyamakan kedudukan gagal kendati menguasai sisa pertandingan.
Final di Stadion Wembley ini juga mencatat rekor sebagai pertandingan sepak bola putri yang paling banyak disaksikan penonton sepanjang sejarah Olimpiade juga pertandingan sepak bola putri paling banyak disaksikan di Inggris Raya dengan 80.203 orang.
Dengan demikian, sejak sepak bola putri mulai dipertandingkan pada Olimpiade 1996 silam, AS berhasil merebut empat dari lima medali emas. Satu-satunya kegagalan mereka terjadi pada Olimpiade 2000 saat dikalahkan Norwegia 2-3.
Di luar itu, Team Yanks selalu berhasil menjadi juara dengan mengalahkan China 2-1 di Olimpiade 1996, Brasil 2-1 di Olimpiade 2004, dan Brasil 1-0 di Olimpiade 2008. Catatan ini menjadikan tim sepak bola putri AS sebagai tim sepak bola tersukses di Olimpiade (bila putra dan putri digabung) dan mengalahkan tim sepak bola putra Hungaria dan Inggris Raya yang sama-sama mengoleksi tiga emas.
Dua gol tim berjuluk Star and Stripes tersebut dijaringkan gelandang Carli Lloyd, yakni sebuah sundulan pada menit kedelapan dan tendangan kaki kiri di tepi kotak penalti pada menit ke-54.
Jepang, yang pada final Piala Dunia 2011 lalu sukses mengalahkan AS, baru bisa memperkecil kedudukan pada menit ke-63 ketika Yuki Ogimi mencetak gol dari jarak dekat. Usaha tim yang dijuluki Nadeshiko ini untuk menyamakan kedudukan gagal kendati menguasai sisa pertandingan.
Final di Stadion Wembley ini juga mencatat rekor sebagai pertandingan sepak bola putri yang paling banyak disaksikan penonton sepanjang sejarah Olimpiade juga pertandingan sepak bola putri paling banyak disaksikan di Inggris Raya dengan 80.203 orang.
Dengan demikian, sejak sepak bola putri mulai dipertandingkan pada Olimpiade 1996 silam, AS berhasil merebut empat dari lima medali emas. Satu-satunya kegagalan mereka terjadi pada Olimpiade 2000 saat dikalahkan Norwegia 2-3.
Di luar itu, Team Yanks selalu berhasil menjadi juara dengan mengalahkan China 2-1 di Olimpiade 1996, Brasil 2-1 di Olimpiade 2004, dan Brasil 1-0 di Olimpiade 2008. Catatan ini menjadikan tim sepak bola putri AS sebagai tim sepak bola tersukses di Olimpiade (bila putra dan putri digabung) dan mengalahkan tim sepak bola putra Hungaria dan Inggris Raya yang sama-sama mengoleksi tiga emas.
Aksi Hope bikin bangga Usa
Hope Amelia Solo (hijau) melakukan penyelamatan heroik (Foto: Reuters)
LONDON – Tak bisa dipungkiri bahwa si kiper jelita, Hope Solo, punya kontribusi besar dalam mengantarkan tim putri Amerika Serikat (AS) meraih emas Olimpiade keempat. Tak pelak, Presiden Barack Obama pun mengaku bangga kepada para srikandi AS itu.
Dini hari tadi, tim besutan Pia Sundhage itu sukses mengentaskan dendam atas Jepang, setelah kalah dari lawan yang sama di Piala Dunia wanita, tahun lalu. Emas ini jadi emas keempat tapi menjadi yang ketiga berturut-turut. Sesaat seusai laga, presiden Obama memberi ucapan selamat via akun twitter pribadinya.
“ Selamat kepada tim sepakbola putri AS, untuk ketiga kalinya memenangkan emas
Olimpiade. Sangat bangga rasanya,” kicau Obama.
Peran Solo di bawah mistar AS, terbilang besar. Solo melakukan sejumlah penyelematan heroik. Penjaga mistar cantik itu juga kedapatan sarung tangan emas, sebagai pertanda kiper terbaik sepanjang turnamen.
“Anda tak bisa merayakan kemenangan ini tanpa berkata bahwa Hope telah mengantarkan raihan ini,” aku striker AS, Abby Wambach kepada Herald, Jumat (10/8/2012).
“Kami puas, mereka (Jepang) merenggut mimpi kami di musim panas lalu. Sekarang, senang rasanya bisa membalikkan mimpi buruk kepada mereka,” timpal gelandang AS, Megan Rapinoe.
Salah satu penyelamatan terbaik Solo adalah di babak kedua, tepatnya di menit ke-83. Saat itu, bola yang dikuasai kapten Christie Rampone, sempat direbut Mana Iwabuchi. Lantas, Iwabuchi melambungkan bola ke tiang jauh. Beruntung, lonjakan dan capaian tangan Solo masih mampu menghadang bola menuju ke jaring gawangnya.
“Yang saya sadari saat itu, saya memang merasa harus menyelamatkan bola itu. Saat itu, pikiran saya mulai banyak terganggu tapi saya mengatakan bahwa saya harus melakukan penyelamatan,” tandas kiper berparas syahdu berusia 31 tahun tersebut.
Dini hari tadi, tim besutan Pia Sundhage itu sukses mengentaskan dendam atas Jepang, setelah kalah dari lawan yang sama di Piala Dunia wanita, tahun lalu. Emas ini jadi emas keempat tapi menjadi yang ketiga berturut-turut. Sesaat seusai laga, presiden Obama memberi ucapan selamat via akun twitter pribadinya.
“ Selamat kepada tim sepakbola putri AS, untuk ketiga kalinya memenangkan emas
Olimpiade. Sangat bangga rasanya,” kicau Obama.
Peran Solo di bawah mistar AS, terbilang besar. Solo melakukan sejumlah penyelematan heroik. Penjaga mistar cantik itu juga kedapatan sarung tangan emas, sebagai pertanda kiper terbaik sepanjang turnamen.
“Anda tak bisa merayakan kemenangan ini tanpa berkata bahwa Hope telah mengantarkan raihan ini,” aku striker AS, Abby Wambach kepada Herald, Jumat (10/8/2012).
“Kami puas, mereka (Jepang) merenggut mimpi kami di musim panas lalu. Sekarang, senang rasanya bisa membalikkan mimpi buruk kepada mereka,” timpal gelandang AS, Megan Rapinoe.
Salah satu penyelamatan terbaik Solo adalah di babak kedua, tepatnya di menit ke-83. Saat itu, bola yang dikuasai kapten Christie Rampone, sempat direbut Mana Iwabuchi. Lantas, Iwabuchi melambungkan bola ke tiang jauh. Beruntung, lonjakan dan capaian tangan Solo masih mampu menghadang bola menuju ke jaring gawangnya.
“Yang saya sadari saat itu, saya memang merasa harus menyelamatkan bola itu. Saat itu, pikiran saya mulai banyak terganggu tapi saya mengatakan bahwa saya harus melakukan penyelamatan,” tandas kiper berparas syahdu berusia 31 tahun tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

