seo.uk.net Raja303 SPORTBETTING CASINO RAJA303 AMAN DAN TERPERCAYA: timnas indonesia >
  • Berita Bola
  • Live score
  • Promo Sportbook
  • Promo Casino
  • Hubungi kami
  • Affiliasi
  • Nawala Unblocker
  • Nawala Unblocker 2
  • Jadwal siaran bola
Selamat datang di blogspot raja303 moto kami:anda puas kami senang
Tampilkan postingan dengan label timnas indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label timnas indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

'Timnas U-19 Jadi Dasar Sepakbola Indonesia di Masa Depan'



Meski gagal total di Piala Asia U-19, ada hikmah yang bisa diambil di mana gaya main Evan Dimas dkk. bisa jadi contoh yang bagus untuk timnas Indonesia ke depannya.

Timnas U-19 gagal total di Myanmar setelah menuntaskan turnamen itu sebagai juru kunci Grup B. Selalu kalah di tiga laga dari Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab, timnas kebobolan delapan gol dan hanya bikin dua gol.

Sebuah hasil yang dibilang tak sesuai harapan mengingat target awal tim ini berangkat ke sana adalah bisa lolos ke semifinal sekaligus menyegel tiket ke Piala Dunia U-20.

Namun ada secercah harapan di balik buruknya penampilan timnas di Piala Asia U-19. Sejak awal timnas ini naik daun, memang gaya bermain mereka lah yang menuai puja-puji.

Di tengah prestasi yang minim serta gaya main yang gitu-gitu aja, anak asuh Indra Sjafri ini menampilkan sesuatu yang berbeda. Cara mereka bermain disebut-sebut layaknya sedang melihat Barcelona dengan gaya tiki-takanya.

Maka dari itu diharapkan Timnas U-19 bisa jadi dasar untuk gaya main sepakbola Indonesia di masa mendatang.

"Dari sisi permainan, saya melihat timnas U-19 merupakan prototype untuk permainan sepakbola Indonesia ke depannya. Saya saja sudah mulai menerapkan cara bermain seperti itu untuk anak-anak 8 hingga 10 tahun. Pergerakan pendek, cepat, dan rapat. Ini cocok untuk pola permainan di Indonesia. Cocok untuk faktor tubuh dan faktor psikologis untuk kondisi para pemain," tutur Ketua Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Taufik Jursal.

"Kembali ke Piala Asia kemarin, kalau mau jujur kita lihat secara teknis kita masih jauh satu tingkat di bawah mereka. Kita bisa lihat Uzbekistan main, walau mereka dapat tekanan tapi tetap tenang. Australia walau cuma menang 1-0 tapi mainnya bagus. Lawan UEA itu sudah drop mental para pemainnya. Secara keseluruhan penilaian dari sisi positif, kita punya pondasi untuk tim SEA Games 2015 dan Asian Games 2018. Hasil buruk ini bukan kiamat lah," sambungnya.

"kita sudah punya prototype untuk masa depan, karena saya sebagai Ketua ASSBI ingin mencontohkan kepada para anak-anak SSB usia 8-10. Timnas U-19 ini adalah karya ilmiah untuk timnas-timnas ke depannya. Memang belum sempurna tapi setidaknya bisa jadi contoh gaya bermain dan tentuny ada perbaikan di sana-sini," demikian dia.
Selengkapnya...

Kamis, 07 Agustus 2014

Dibantai Juventus, ISL All Star Kurang Persiapan



ISL All Star kalah telak dari Juventus dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (6/8/2014) malam WIB. Pelatih ISL All Star, Stefan Hansson menyalahkan waktu yang mepet.
Si Nyonya Tua (sebutan Juventus) menang 8-1 atas ISL All Star. Sempat tertinggal melalui Srdan Lopicic, Juventus berhasil membalas dengan delapan gol melalui Andrea Pirlo, Fernando Llorente (tiga gol), Kingsley Coman, Carlos Tevez (dua gol) dan Sebastian Giovinco.
"Persiapan kami hanya dua hari, jika kami punya waktu tiga sampai empat minggu pasti bisa mengimbangi Juventus," kata Hansson saat jumpa pers setelah pertandingan.
"Juventus tim yang hebat, mereka sudah lama berlatih bersama. Hal itu membuat mereka bermain secara kompak," sambung pria yang melatih Mitra Kukar tersebut.
Sementara itu, Kurnia Meiga yang gawangnya kebobolan lima kali di babak pertama mengatakan, permainan akan berbeda jika pemain Timnas Indonesia yang menghadapi Andrea Pirlo dan kawan-kawan.
"Kalau Timnas pasti hasilnya berbeda. Sebab, kami sering bermain bersama," singkat kiper yang mendapat jersey Gianluigi Buffon tersebut.
Selengkapnya...

Selasa, 03 Juni 2014

Park Ji-sung: Laga Ini untuk Bantu Sepak Bola Indonesia



Mantan gelandang tim nasional Korea Selatan, Park Ji-sung, mengaku akan mendonasikan seluruh hasil dana pertandingan amal timnya dengan Indonesia All Star ke Indonesia. Dana itu, kata dia, untuk membantu perkembangan sepak bola usia muda di Tanah Air.

Park Ji-sung menggelar laga amal bertajuk Asian Dream Cup 2014 melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6/2014). Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Indonesia All Star 3-2.

Kemenangan Indonesia All Star ditentukan oleh gol Ramdani Lestaluhu pada menit ke-12, Ismed Sofyan (40) dan Tantan (45). Sementara itu, sepasang gol Park Ji-sung and Friends dikemas oleh Tese Chong (10 dan 43).

"Semua uang dari pertandingan ini akan didonasikan ke Jakarta untuk anak-anak muda agar bisa berlatih, perbaikan lapangan dan beberapa hal lagi yang bisa kami bantu. Kami profesional dan ingin menunjukkan yang bisa kami bantu untuk sepak bola Indonesia," ungkap Ji-sung seusai pertandingan.

Terkait jalannya pertandingan, Ji Sung mengaku senang karena rekan-rekannya dan tim Indonesia All Star bermain baik. Mantan gelandang Manchester United itu pun memuji seluruh gol yang diciptakan oleh kedua tim.

"Pertandingan ini menyenangkan dan saya menikmatinya. Yang paling penting semua juga bisa menikmati laga ini dan tidak ada yang cedera. Gol semuanya tercipta dengan bagus," kata Park Ji-sung.

Sementara itu, pesepak bola nasional yang menjadi anggota Indonesia All Star, Ponaryo, mengaku senang bisa ikut serta dalam pertandingan tersebut. Meski diikuti oleh beberapa artis, ia menilai, laga itu penting untuk membangun animo sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Untuk laga amal ini sangat bagus, terlepas untuk lihat artis Korea atau sepak bola. Manajemen tim nasional tidak hanya teknis, tetapi juga menambah animo sehingga pendukung yang datang semakin banyak sehingga menjadi lebih semarak dan sepak bola kita makin berkembang," tutur Ponaryo.
Selengkapnya...

Sabtu, 10 Mei 2014

Tak Mudah Cari Pemain Belakang


Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, menilai lini belakang skuad Garuda masih menjadi titik lemah dari timnya. Pasalnya, ia mengaku hingga saat ini masih kesulitan untuk mencari pemain berkualitas di posisi tersebut.

Susunan para pemain lini belakang timnas Indonesia memang jarang diutak-atik Rield dalam beberapa kali kesempatan. Pelatih asal Austria itu selalu mengandalkan Riccardo Salampesy, Muhammad Roby, Fachruddin Wahyudi, Victor Igbonefo, Ahmad Jufriyanto, serta Hamka Hamzah untuk mengawal jantung pertahanan.

"Memang tidak mudah (mencari pemain belakang), tetapi pasti ada pemain berkualitas yang bisa memenuhi kebutuhan di lini belakang," ujar Riedl.

Ditambahkan Riedl, dirinya juga kini masih mencari gelandang-gelandang yang dinilai mampu menguatkan sektor tengah skuad Indonesia. Menurutnya, para pemain tersebut yang bakal dicari itu nantinya akan diuji dalam laga uji coba melawan ASEAN All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (11/5/2014).

"Itu kenapa Manahati Lestusen dipanggil untuk melawan ASEAN All Stars. Usai dipanggil di tim senior, dia akan dikembalikan ke Timnas U-23. Agak sulit memang mencari pemain berkualitas di posisi itu," kata Riedl.

Selengkapnya...

Senin, 04 Februari 2013

Timnas Indonesia Krisis Striker Lawan Irak, Inilah 23 Pemain Yang Dibawa Termasuk Stevie Bonsapia

Andik Vermansyah - Indonesia - AFF Suzuki Cup 2012
Menjelang laga perdana menghadapi Irak dalam ajang Pra Piala Asia 2015 pada 6 Februari mendatang, tim nasional Indonesia mendapatkan kabar buruk karena tim Garuda dipastikan mengalami krisis striker.

 Hal tersebut dikarenakan, salah satu striker timnas yaitu Agung Supriyanto dipastikan absen karena mendapatkan kartu merah saat menghadapi Singapura di babak Pra Piala Asia U-22 pada 15 Juli silam di Riau.

Dengan demikian, skuat asuhan Nil Maizar hanya memiliki dua striker murni untuk dibawa ke Irak, yaitu Irfan Bachdim dan Mario Aibekop.

Sementara itu, di tengah krisis striker, timnas mendapatkan angin segar menyusul kepastian Stevie Bonsapia untuk ikut terbang ke Irak. Hal tersebut dapat terwujud setelah Stevie sepakat memutus kontraknya dengan Persipura Jayapura.

Berikut 23 pemain yang dibawa untuk menghadapi Irak:

1. Endra Prasetya (Persebaya IPL)
2. Ketut Mahendra (PSM Makassar)
3. Rasyid Assahid Akbar (PSM Makassar)
4. Handi Ramdhan (Persiba Bantul)
5. Liswanto (PS AU)
6. Wahyu Tri Nugroho (Persiba Bantul)
7. Slamet Nurcahyo (Persiba Bantul)
8. Eldjo Iba (PON Papua)
9. Oktovianus Maniani (Tanpa Klub)
10. Raphael Maitimo (Tanpa Klub)
11. Syaiful Indra Cahya (Persema Malang)
12. Novan Setyo Sasongko (Semen Padang)
13. Amandus Weubun (PSBS Biak)
14. Irfan Bachdim (Chonburi FC/Persema Malang)
15, Nopendi (Persiba Bantul)
16. Mario Aibekop (PSBS Biak)
17. Stevie Bonsapia (Tanpa Klub)
18. Agus Nova Wiantara (Persires Balidevata)
19. Taufiq (Persebaya IPL)
20. Andik Vermansah (Persebaya IPL)
21. Hendra Adi Bayauw (Semen Padang)
22. Vendry Mofu (Semen Padang)
23. Wahyu Wijiastanto (Semen Padang)
Selengkapnya...

Kamis, 03 Januari 2013

Timnas Indonesia Dilarang Gunakan Gelora Bung Karno?

Gelora Bung Karno
Tim nasional Indonesia terancam tidak dapat memanfaatkan stadion Gelora Bung Karno menyusul adanya hutang dari PSSI kepada pengelola stadion.

 Hal tersebut disampaikan oleh Kepala unit I SUGBK, Tubani, kepada JPNN. Ia mengatakan PSSI masih memiki tunggakan lebih dari Rp100 juta yang belum dibayarkan saat pemusatan latihan timnas pada bulan Oktober hingga November 2012 lalu.

"Jumlah pastinya saya kurang hafal, yang pasti banyak karena mereka tiap harinya seharusnya membayar uang latihan. Lebih kalau dari Rp 100 juta," ungkapnya.

Tubani mengatakan pihaknya telah berulang kali mengirim tagihan kepada PSSI namun tidak mendapatkan respon. Apabila hal itu terus berlanjut, pengelola stadion terpaksa akan menutup peluang PSSI memakai GBK.

"Kami minta untuk segera dibayarkan. Memang Timnas yang memanfaatkan, tapi tolong ikuti aturan kami. Kami juga bisa menutup dan Timnas belum bisa menggunakan SUGBK kalau belum diselesaikan tunggakannya," ujarnya.

Sementara itu, koordinator tim nasional Bob Hippy mengatakan hutang pemanfaatan stadion GBK bukan menjadi tanggung jawab PSSI melainkan manajer tim Piala AFF Habil Marati yang saat ini sudah tidak menjabat lagi.

"Bukan, itu tanggung jawab Manajer lama. Dia yang harus menyelesaikan," ujar Bob.
Selengkapnya...