Rabu, 15 Oktober 2014
'Timnas U-19 Jadi Dasar Sepakbola Indonesia di Masa Depan'
Kamis, 07 Agustus 2014
Dibantai Juventus, ISL All Star Kurang Persiapan

Selasa, 03 Juni 2014
Park Ji-sung: Laga Ini untuk Bantu Sepak Bola Indonesia

Park Ji-sung menggelar laga amal bertajuk Asian Dream Cup 2014 melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6/2014). Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Indonesia All Star 3-2.
Kemenangan Indonesia All Star ditentukan oleh gol Ramdani Lestaluhu pada menit ke-12, Ismed Sofyan (40) dan Tantan (45). Sementara itu, sepasang gol Park Ji-sung and Friends dikemas oleh Tese Chong (10 dan 43).
"Semua uang dari pertandingan ini akan didonasikan ke Jakarta untuk anak-anak muda agar bisa berlatih, perbaikan lapangan dan beberapa hal lagi yang bisa kami bantu. Kami profesional dan ingin menunjukkan yang bisa kami bantu untuk sepak bola Indonesia," ungkap Ji-sung seusai pertandingan.
Terkait jalannya pertandingan, Ji Sung mengaku senang karena rekan-rekannya dan tim Indonesia All Star bermain baik. Mantan gelandang Manchester United itu pun memuji seluruh gol yang diciptakan oleh kedua tim.
"Pertandingan ini menyenangkan dan saya menikmatinya. Yang paling penting semua juga bisa menikmati laga ini dan tidak ada yang cedera. Gol semuanya tercipta dengan bagus," kata Park Ji-sung.
Sementara itu, pesepak bola nasional yang menjadi anggota Indonesia All Star, Ponaryo, mengaku senang bisa ikut serta dalam pertandingan tersebut. Meski diikuti oleh beberapa artis, ia menilai, laga itu penting untuk membangun animo sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Untuk laga amal ini sangat bagus, terlepas untuk lihat artis Korea atau sepak bola. Manajemen tim nasional tidak hanya teknis, tetapi juga menambah animo sehingga pendukung yang datang semakin banyak sehingga menjadi lebih semarak dan sepak bola kita makin berkembang," tutur Ponaryo.
Sabtu, 10 Mei 2014
Tak Mudah Cari Pemain Belakang

Susunan para pemain lini belakang timnas Indonesia memang jarang diutak-atik Rield dalam beberapa kali kesempatan. Pelatih asal Austria itu selalu mengandalkan Riccardo Salampesy, Muhammad Roby, Fachruddin Wahyudi, Victor Igbonefo, Ahmad Jufriyanto, serta Hamka Hamzah untuk mengawal jantung pertahanan.
"Memang tidak mudah (mencari pemain belakang), tetapi pasti ada pemain berkualitas yang bisa memenuhi kebutuhan di lini belakang," ujar Riedl.
Ditambahkan Riedl, dirinya juga kini masih mencari gelandang-gelandang yang dinilai mampu menguatkan sektor tengah skuad Indonesia. Menurutnya, para pemain tersebut yang bakal dicari itu nantinya akan diuji dalam laga uji coba melawan ASEAN All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (11/5/2014).
"Itu kenapa Manahati Lestusen dipanggil untuk melawan ASEAN All Stars. Usai dipanggil di tim senior, dia akan dikembalikan ke Timnas U-23. Agak sulit memang mencari pemain berkualitas di posisi itu," kata Riedl.
Selengkapnya...
Senin, 04 Februari 2013
Timnas Indonesia Krisis Striker Lawan Irak, Inilah 23 Pemain Yang Dibawa Termasuk Stevie Bonsapia

Menjelang laga perdana menghadapi Irak dalam
ajang Pra Piala Asia 2015 pada 6 Februari mendatang, tim nasional
Indonesia mendapatkan kabar buruk karena tim Garuda dipastikan mengalami
krisis striker.
Hal tersebut dikarenakan, salah satu striker
timnas yaitu Agung Supriyanto dipastikan absen karena mendapatkan kartu
merah saat menghadapi Singapura di babak Pra Piala Asia U-22 pada 15
Juli silam di Riau.
Dengan demikian, skuat asuhan Nil Maizar
hanya memiliki dua striker murni untuk dibawa ke Irak, yaitu Irfan
Bachdim dan Mario Aibekop.
Sementara itu, di tengah krisis
striker, timnas mendapatkan angin segar menyusul kepastian Stevie
Bonsapia untuk ikut terbang ke Irak. Hal tersebut dapat terwujud setelah
Stevie sepakat memutus kontraknya dengan Persipura Jayapura.
Berikut 23 pemain yang dibawa untuk menghadapi Irak:
1. Endra Prasetya (Persebaya IPL)
2. Ketut Mahendra (PSM Makassar)
3. Rasyid Assahid Akbar (PSM Makassar)
4. Handi Ramdhan (Persiba Bantul)
5. Liswanto (PS AU)
6. Wahyu Tri Nugroho (Persiba Bantul)
7. Slamet Nurcahyo (Persiba Bantul)
8. Eldjo Iba (PON Papua)
9. Oktovianus Maniani (Tanpa Klub)
10. Raphael Maitimo (Tanpa Klub)
11. Syaiful Indra Cahya (Persema Malang)
12. Novan Setyo Sasongko (Semen Padang)
13. Amandus Weubun (PSBS Biak)
14. Irfan Bachdim (Chonburi FC/Persema Malang)
15, Nopendi (Persiba Bantul)
16. Mario Aibekop (PSBS Biak)
17. Stevie Bonsapia (Tanpa Klub)
18. Agus Nova Wiantara (Persires Balidevata)
19. Taufiq (Persebaya IPL)
20. Andik Vermansah (Persebaya IPL)
21. Hendra Adi Bayauw (Semen Padang)
22. Vendry Mofu (Semen Padang)
23. Wahyu Wijiastanto (Semen Padang)
Selengkapnya...
Kamis, 03 Januari 2013
Timnas Indonesia Dilarang Gunakan Gelora Bung Karno?

Tim nasional Indonesia terancam tidak dapat
memanfaatkan stadion Gelora Bung Karno menyusul adanya hutang dari PSSI
kepada pengelola stadion.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala unit I
SUGBK, Tubani, kepada JPNN. Ia mengatakan PSSI masih memiki tunggakan
lebih dari Rp100 juta yang belum dibayarkan saat pemusatan latihan
timnas pada bulan Oktober hingga November 2012 lalu.
"Jumlah
pastinya saya kurang hafal, yang pasti banyak karena mereka tiap harinya
seharusnya membayar uang latihan. Lebih kalau dari Rp 100 juta,"
ungkapnya.
Tubani mengatakan pihaknya telah berulang kali
mengirim tagihan kepada PSSI namun tidak mendapatkan respon. Apabila hal
itu terus berlanjut, pengelola stadion terpaksa akan menutup peluang
PSSI memakai GBK.
"Kami minta untuk segera dibayarkan. Memang
Timnas yang memanfaatkan, tapi tolong ikuti aturan kami. Kami juga bisa
menutup dan Timnas belum bisa menggunakan SUGBK kalau belum diselesaikan
tunggakannya," ujarnya.
Sementara itu, koordinator tim nasional
Bob Hippy mengatakan hutang pemanfaatan stadion GBK bukan menjadi
tanggung jawab PSSI melainkan manajer tim Piala AFF Habil Marati yang
saat ini sudah tidak menjabat lagi.
"Bukan, itu tanggung jawab Manajer lama. Dia yang harus menyelesaikan," ujar Bob.
Selengkapnya...
