
Pemusatan latihan Timnas Senior Pra Piala
Asia memasuki minggu kedua di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara
(USU). Sebanyak 26 pemain sudah hadir, termasuk dua pemain yang baru
bergabung Okto Maniani yang datang Sabtu lalu dan Andik Vermansyah yang
latihan perdana, Senin (14/1). Dengan total 26 pemain, pelatih Nil
Maizar mengaku masih menunggu pemain lainnya, terutama dua pemain
naturalisasi Irfan Bachdim dan Rafael Maitimo yang dijadwalkan tiba
minggu ini.
“Irfan Bachdim dan Maitimo (Rafael) akan masuk dalam minggu ini,
tiket dari Belanda masih diurus sama manajemen. Yang ditunggu hanya
Irfan dan Maitimo, yang lain ndak tahu saya. Saya mau yang lain datang,
masih ada kemungkinan (yang lain datang). Soal kenapa-kenapa yang lain
belum datang manajemen yang tahu,” ujarnya usai latihan.
Nil enggan mempersoalkan hingga kini
belum ada satupun pemain-pemain bintang dari klub ISL yang bergabung
“Saya enggak mau disebut pemain bintang, semua pemain sama. Yang penting
mematangkan tim. Kesulitan itu ada tapi enggak mau dipermasalahkan,
kalau ada yang kurang diperbaiki” lanjutnya.
Nil menjelaskan, tim akan tetap latihan hingga minggu kedua dan
ketiga untuk bisa menentukan line up dan 23 pemain yang akan dibawa ke
Pra Piala Asia. “Ya itu, kemarin kita belum ada informasi dari manajemen
(soal deadline pembentukan tim 14 Januari). Karena line up untuk Pra
Piala Asia itu min H satu, jadinya tetap latihan seperti biasa. Minggu
ini banyak taktikal untuk mematangkan strategi dan memasukkan latihan
fisik. Belum ada deadline, yang penting memaksimalkan pemain yang ada
saat ini,” timpalnya.
Selain latihan, Nil mengungkapkan jadwal uji coba dengan tim
eksternal sudah dirancang. Timnas Senior dipastikan akan melawan Pro
Duta FC, klub promosi Indonesia Premier League (IPL), Sabtu (19/1) di
Stadion Mini USU. Namun, untuk tawaran uji coba dengan dua klub PSMS
masih digantung. “Sabtu depan lawan Pro Duta di sini. (Soal PSMS),
begini jadwal terdekat adalah lawan Pro Duta. Habis itu PSMS (versi
LPIS). Tapi tergantung situasi. Tapi kami mengharapkan Pro Duta dulu,”
jelasnya.
Dokter Syarif menjelaskan, dalam tes fisik ada pertimbangan untuk pemain dinyatakan tidak bisa ikut latihan lanjutan, jika punya kelainan irama jantung, kelainan kelainan hati, dan ginjal. “Karena latihan ini sangat keras. Kita punya prinsip pemain yang disiplin dan kerja keras itu yang kita harapkan membantu kita untuk bermain di Irak,” bebernya.
Seorang atlet, lanjutnya harus memperhatikan porsi latihan dan jam istirahat. “Latihan yang paling penting ada program, cedera bisa terbentuk kalau antara latihan dan istirahat tidak seimbang, yang banyak terjadi, atlet itu latihan tapi tidak istirahat. Dia pulang dia pikir karena masih muda dan latihan terus tanpa istirahat,” pungkasnya. (gk-38)
Selengkapnya...
