
Jerman bermain sempurna hingga melangkah ke final Piala Dunia 2014. Kemenangan paling sensasional tentu saja di semifinal dengan menggulung tuan rumah, Brasil, dengan skor 7-1. Sebelumnya, Jerman juga menggulung Portugal 4-0 di laga perdana babak penyisihan grup.
Legenda Jerman Lothar Matthaus punya pendapat mengenai permainan atraktif Tim Panser selama gelaran Piala Dunia 2014. Menurut Matthaus, ada sentuhan Josep Guardiola (pelatih Bayern Muenchen) pada skuad Jerman. Karena, banyak pemain Muenchen yang mengisi posisi penting di skuad utama.
"Sangat benar bahwa gaya bermain Jerman sangat terpengaruh oleh Guardiola. Pada skuad utama banyak diisi pemain Muenchen, dan mereka membawa gaya bermain sendiri. Guardiola memenangkan banyak trofi bersama Barcelona, ini juga memberikan dampak bagus. Filosofi bermain Barcelona dianut oleh Bayern dan sekarang oleh Jerman. Itulah sentuhan Guardiola buat tim ini," beber Lothar Matthaus seperti dilansir Marca, Kamis (10/7/2014).
Mantan kapten Jerman saat memenangkan Piala Dunia 1990 ini melanjutkan, pelatih Joachim Loew ini datang ke Brasil dengan cara pragmatis dan itu terlihat dari hasil yang sudah diperoleh, yakni melangkah ke final.
"Menang adalah hal terpenting jika berlaga di Piala Dunia. Dalam delapan tahun terakhir Jerman sudah bermain atraktif, teknik tinggi dan cara main yang berbeda dengan Jerman sebelumnya. Sekarang sudah tidak penting bermain cantik, tapi harus fokus pada kemenangan," lanjut pria 53 tahun ini.
Lima pemain Muenchen yang masuk dalam skuad utama Jerman adalah kiper Manuel Neuer, bek sekaligus kapten Phillip Lahm, palang pintu Jerome Boateng, Bastian Schweinsteiger, Thomas Mueller, Toni Kroos dan Mario Gotze.
Kamis, 10 Juli 2014
Sentuhan Guardiola di Jerman
Kamis, 26 Juni 2014
Cetak 2 Gol, Messi Dipuji Lawan

"Messi adalah pemain luar biasa. Ia terberkati. Ada pemain hebat lain yang sangat kuat di tim Argentina, tetapi Messi berasal dari Yupiter," ujar pelatih timnas Nigeria, Stephen Keshi.
Nigeria bisa masuk 16 besar sebagai runner-up karena pada laga lain, Iran kalah 1-3 dari Bosnia-Herzegovina. Keshi pun bersyukur timnya bisa lolos.
"Saya merasa terhormat dan gembira karena keberuntungan ada di pihak kami. Saya ingin berterima kasih kepada para pemain, suporter, dan media," ungkap Keshi.
Pada babak 16 besar, Nigeria akan menghadapi juara Grup E, Perancis. Laga akan digelar di Estadio Nacional, Brasilia, 30 Juni 2014.
Rabu, 14 Mei 2014
Australia Emoh "Parkir Bus" di Brasil

Meski berada di grup neraka bersama Spanyol, Belanda, dan Chile, tim nasional Australia emoh alias tak mau menerapkan strategi "parkir bus" alias bertahan kala berlaga di Piala Dunia 2014 di Brasil. Kata mantan striker The Socceroos, julukan untuk Australia, John Aloisi, Australia juga tak mau mencari gol dengan trik-trik serangan balik. "Jelas, kami ingin melihat Australia menang. Tapi, menurut saya, adalah hal penting upaya kami mencapai kemenangan dan tidak melakukan strategi bertahan,"kata Aloisi menjawab pertanyaan Reuters pada sebuah wawancara pada Selasa (13/5/2014).
Australia saat ini menempati posisi 59 pada peringkat sepak bola FIFA. Pada kondisi itu, masih menurut Aloisi, harapan terbaik Australia adalah menggalkan tendangan penalti pemain Spanyol David Silva maupun pemain Belanda Robin van Persie.
Sementara, menanggapi soal sosok pelatih Australia, Ange Postecoglou, Aloisi mengatakan kalau pelatih tersebut sudah memahami karakter timnas Australia. "Ia juga tahu keinginan publik Australia. Ia tahu cara memenangi pertandingan," puji Aloisi.
Aloisi sudah mengoleksi 55 kali bertanding dalam timnas Australia. Selama 20 tahun kariernya, Aloisi, bermain di liga Belgia, Inggris, dan Spanyol.
Selengkapnya...
Minggu, 11 Mei 2014
Del Bosque Kesulitan Susun Skuad Spanyol

"Tentu saya memiliki keragu-raguan. Keragu-raguan itu bagus. Namun, kami punya begitu banyak kemungkinan dan pasti, kami akan menyelesaikan segalanya pada waktunya," ujar Del Bosque.
Perkembangan pemain-pemain Spanyol, menurut Del Bosque, bisa dilihat dari meningkatnya daya saing klub-klub mereka, baik di level domestik maupun Eropa. Di Primera Division, Atletico Madrid menembus dominasi Barcelona dan Real Madrid. Di Eropa, ada tim Spanyol yang akan berlaga di babak final, yaitu Atletico dan Madrid di final Liga Champions dan Sevilla di final Liga Europa.
"Ini bagus karena ada kompetisi di atas dan di bawah. Persaingan sulit diprediksi. Ini adalah liga yang menghargai arti sepak bola. Di level klub, tim kami adalah yang terbaik dengan dua klub Spanyol di final Liga Champions dan satu klub lainnya di final Liga Europa. Menurut saya, kami sudah maksimal dan kita akan lihat apakah kami bisa terus berada di level ini," ujar Del Bosque.
Selasa, 21 Januari 2014
Totti dan De Sanctis Masih Layak Tampil di Piala Dunia

Saat ini, Totti telah menginjak usia 37 tahun. Terakhir kali ia membela Gli Azzurri adalah saat berhasil menjuarai Piala Dunia 2006. Sementara itu, De Sanctis yang berusia 36 tahun, turut serta dalam skuad La Nazionale saat berhasil menembus babak final Euro 2012, sebelum akhirnya dikalahkan Spanyol dengan skor 0-4.
"Bagiku, usia tidak masalah. Totti tidak pernah berhenti untuk menunjukkan kualitasnya sebagai pemain. Ia masih menjadi figur penting di Roma," kata Maicon.
"Dan hal yang sama juga berlaku untuk De Sanctis. Aku pikir mereka berdua layak untuk tampil di Piala Dunia," jelas pemain asal Brasil ini.
Tak lupa, Maicon juga mengomentari penampilan penyerang muda Italia yang kini bermain di AC Milan, Mario Balotelli.
"Mario adalah pemain hebat dan memiliki kualitas yang bagus. Jika ia bisa menempatkan kepalanya di tempat yang tepat, ia bisa menjadi juara," pungkasnya.