
Kaka mengakhiri laga kontra Rusia lebih cepat setelah digantikan Diego Costa di pertengahan babak kedua
Kaka menilai ada sesuatu yang hilang dalam performa Brasil kala
menghadapi Rusia pada laga persahabatan di Stamford Bridge, Senin (25/3)
malam waktu setempat.
Brasil nyaris menelan kekalahan saat
menghadapi skuat besutan Fabio Capello. Namun, meski sempat tertinggal
oleh gol Viktor Faizulin, Selecao berhasil menyamakan kedudukan berkat gol telat Fred.
"Terkadang,
di saat-saat penting, ada sesuatu yang hilang [dalam performa tim.
Tidak semua hal bisa berjalan seperti yang anda inginkan," ujar bintang
Real Madrid.
Lebih lanjut, Kaka juga menganalisa performa
pribadinya dalam pertandingan tadi. "Saya pikir saya sudah mengambil
langkah besar. Jelas ini bukan laga terbaik saya untuk Brasil, tapi saya
pikir sudah ada sedikit peningkatan."
"Ini pertandingan sulit,
kami tampil bagus dalam laga kualifikasi [Piala Dunia 2014]. Masih
banyak yang harus diperbaiki, tapi banyak juga yang bisa kami nikmati."
Selengkapnya...
Selasa, 26 Maret 2013
Kaka: Ada Yang Hilang Dalam Performa Kami
Barton: Justin Bieber-nya Sepakbola, Neymar Cuma Bagus di YouTube
Marseille - Neymar disanjung sebagai salah satu pesepakbola terbaik di dunia saat ini. Tapi menurut Joey Barton, pemain depan asal Brasil itu layaknya Justin Bieber, yang cuma terlihat bagus di YouTube.
Pernyataan tersebut dilontarkan Barton melalui akun Twitternya @Joey7Barton. Pesepakbola Inggris yang tengah dipinjamkan Queens Park Rangers ke Marseille itu melontarkan komentar pedas tersebut saat menyaksikan laga Brasil dengan Rusia, Selasa (26/3/2013) dinihari WIB tadi.
"Sungguh luar biasa apa yang bisa dilakukan sebuah cuplikan yang biasa saja di you tube. Aku harus melakukan keepy-ups (jugling) di taman rumah," tulis Barton
"Neymar adalah Justin Bieber di sepakbola. Brilliant di You Tube. Pada kenyataannya dia cuma air seni kucing..." sambung Barton kemudian.
Mantan pemain Manchester City itu juga mengomentari gaya rambut pemain yang tengah jadi incaran Real Madrid dan Barcelona itu. Neymar, lanjut Barton, tidak berada di level yang sama dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, sebagaimana anggapan beberapa pihak selama ini.
"Neymar sebenarnya jadi pemain paling gesit malam ini..."
"Tapi orang-orang harus berhenti membicarakan soal poni. Dia tidak berada di stratosphere yang sama seperti Messi dan Ronaldo... #neymarwatch #hype."
Ini bukan kali pertama Barton mengeluarkan komentar bernada mengejek pada Neymar. Bulan lalu, juga melalui akun Twitternya, dia menyebut Neymar 'overrated', alias dinilai terlalu tinggi.
Ketika itu Neymar memilih tidak membalas Barton. Pesepakbola belia Brasil itu dengan kalem hanya mengeluarkan pertanyaan "Siapa itu Joe Barton?" Selengkapnya...
Senin, 25 Maret 2013
Gigi Buffon: Rasisme Seperti Malaria

Gigi Buffon sepakat dengan perkataan Kevin-Prince Boateng dan mendukung penuh pemberantasan rasisme dalam sepakbola.
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, sepakat dengan koleganya di AC Milan,
Kevin-Prince Boateng, yang mengibaratkan rasisme dalam sepakbola dengan
wabah malaria.
Sempat menjadi korban, Boateng dikenal sebagai
salah satu sosok yang paling gigih dalam memerangi rasisme. Pekan lalu
gelandang Ghana itu bahkan memberikan pidato di PBB sebagai bagian dari
Hari Internasional untuk Eliminasi Diskriminasi Rasial.
Langkah ini didukung penuh oleh Buffon.
"Boateng benar, rasisme dalam sepakbola seperti malaria dan harus diberantas," kata sang kiper kepada Rai Sport.
"Ini
isu peka. Tepat untuk menstigmakan insiden tertentu dan ada beberapa
hinaan yang benar-benar sangat ofensif. Ini berbeda dari olok-olok
biasa."
Selengkapnya...
Ilkay Gundogan Inginkan Borussia Dortmund-Bayern Munich Di Final Liga Champions

Gundogan mengimpikan Dortmund berjumpa rival domestik, Bayern Munich, di laga puncak Liga Champions musim ini.
Ilkay Gundogan berharap akan tergelarnya All German finals antara klubnya, Borussia Dortmund, dan Bayern Munich di partai puncak Liga Champions musim ini.
Kendati
demikian, gelandang internasional Jerman keturunan Turki ini toh jalan
yang mesti ditempuh untuk menuju ke sana masih panjang. Contohnya Die
Borussen sendiri pertama-tama harus melewati hadangan Malaga di fase
perempat-final.
"Kami memiliki laga perempat-final melawan Malaga
terlebih dahulu. Akan cukup culit untuk mengatasi rintangan tersebut,"
kata Gundogan kepada TZ.
"Namun tentu saja, saya berharap dapat bertanding dengan Bayern Munich di final."
Di
pentas domestik Bundesliga, Dortmund sebagai juara bertahan nyaris
pasti gagal mempertahankan titel. Mereka kini ketinggalan 20 angka dari
Bayern di pucuk klasemen, tapi Gundogan mengaku baru akan menyelamati
sang rival bila mereka telah resmi menjadi kampiun.
"Kami hanya
akan mengucapkan selamat kepada Bayern atas raihan titel ketika kami tak
bisa mengejar mereka lagi secara matematis. Tidak sebelum itu,"
tegasnya.
Adapun The Bavarians cuma membutuhkan dua kemenangan
lagi dari delapan laga tersisa untuk menahbiskan diri sebagai Deutscher
Meister 2012/13.
Selengkapnya...
