seo.uk.net Raja303 SPORTBETTING CASINO RAJA303 AMAN DAN TERPERCAYA: Piala UEFA >
  • Berita Bola
  • Live score
  • Promo Sportbook
  • Promo Casino
  • Hubungi kami
  • Affiliasi
  • Nawala Unblocker
  • Nawala Unblocker 2
  • Jadwal siaran bola
Selamat datang di blogspot raja303 moto kami:anda puas kami senang
Tampilkan postingan dengan label Piala UEFA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala UEFA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2014

Steven Gerrard, 11 Tahun Jadi Kapten Liverpool



Tepat 11 tahun silam, Steven Gerrard mendapatkan kepercayaan untuk memegang jabatan kapten Liverpool. Jabatan yang membuatnya disebut sebagai kapten terbaik di dunia sepakbola.

Gerrard ditunjuk jadi kapten oleh manajer Liverpool saat itu, Gerard Houllier, menjelang laga Piala UEFA melawan Olimpija Ljubljana pada 15 Oktober 2003. Dia menggantikan kapten sebelumnya, Sami Hyypia. Pada pertandingan itu, Gerrard memimpin The Reds menang 3-0 di Anfield.

Saat itu, Gerrard menyebut bahwa menjadi kapten Liverpool adalah salah satu impian terbesarnya.

"Saya adalah kapten tim sekolah saya dan saya biasa pergi ke Anfield untuk menonton pertandingan," ucap Gerrard pada tahun 2003.

"Saya biasa menonton (John) Barnes dengan ban kapten dan bermimpi suatu hari saya yang menjadi kapten tim yang saya cintai ini," katanya.

Kini, setelah tampil pada 678 pertandingan dalam seragam Liverpool, Gerrard bisa melihat ke belakang dan melihat mimpinya dulu telah menjadi kenyataan selama 11 tahun.

"11 tahun yang lalu saya menjadi kapten tim masa kecil saya. Itu adalah salah satu hari paling membanggakan dalam karier saya. Merupakan sebuah kehormatan besar bisa menjadi kapten klub hebat ini," ujar Gerrard, yang kini berusia 34 tahun, lewat akun instagram-nya.

Rekan setim Gerrard di Liverpool, Jordan Henderson, meyakini Gerrard adalah kapten terbaik di dunia sepakbola. Henderson merasa beruntung bisa main bareng Gerrard.

"Stevie mungkin bukan cuma kapten terbaik untuk Liverpool dan sebelumnya untuk Inggris, tapi juga di dunia sepakbola," ujar Henderson kepada majalah resmi Liverpool.

"Bisa berada di sekitarnya sangat menguntungkan saya. Setiap hari saya memerhatikannya," imbuhnya.

"Dia selalu ingin membaik. Dia adalah pemain terbaik dan paling berpengaruh di sini dalam waktu yang begitu lama, tapi dia masih ingin menjadi lebih baik," kata Henderson.

"Di atas lapangan, dia adalah seorang pemimpin yang hebat. Anda bisa melihat gol, umpan, dan tekel yang dia buat; caranya menginspirasi tim. Tapi, di luar lapangan dia juga menunjukkan sikap yang sangat baik. Dia adalah orang yang sangat menyenangkan dan semua orang di skuat tahu mereka bisa bergaul dengannya," ujarnya.
Selengkapnya...

Kamis, 22 Mei 2014

Usai Rehat Setahun, Schaaf Latih Frankfurt Musim Depan



Cuma semusim masa rehat Thomas Schaaf setelah musim 2014/2015 ia akan mulai bekerja lagi sebagai pelatih Eintracht Frankfurt.

Schaaf mundur dari jabatannya sebagai pelatih Werder Bremen pada 15 Mei 2013 setelah pengabdian selama kurang lebih 35 tahun, mulai dari akademi hingga menjadi pelatih.

Di klub itu nama Schaaf terangkat setelah membawa Bremen menjuarai Bundesliga di musim 2003/2004 serta tambahan tiga gelar DFB Pokal serta runner-up Piala UEFA di musim 2008/2009.

Setelah menganggur selama setahun akhirnya Schaaf mendapat pekerjaan baru dan untuk pertama kalinya ia akan melatih klub selain Bremen. Adalah Frankfurt yang memperkerjakannya dengan kontrak berdurasi dua tahun.

Schaaf ditunjuk menggantikan Armin Veh yang mundur usai penampilan buruk tim musim yang hanya finis di posisi ke-13 setelah musim sebelumnya ada di posisi keenam.

Selengkapnya...

Senin, 19 Mei 2014

Tujuh Tahun Absen, Parma Tampil Lagi di Kompetisi Eropa



Parma mengakhiri musim ini dengan menggenggam tiket lolos ke Liga Europa. Gialloblu harus menunggu hingga tujuh tahun untuk kembali berlaga di kompetisi Eropa.

Parma baru memastikan diri lolos ke Liga Europa di pekan terakhir. Menjamu Livorno di Ennio Tardini, Senin (19/5/2014) dinihari WIB, Parma menang 2-0 lewat dua gol dari Amauri.

Keberhasilan Parma melenggang ke Liga Europa juga tak lepas dari kegagalan Torino memetik poin penuh. Il Toro hanya bermain imbang 2-2 di markas Fiorentina.

Dengan hasil itu, Parma finis di peringkat keenam klasemen akhir Serie A dengan 58 poin dari 38 pertandingan. Antonio Cassano dkk. unggul satu poin dari Torino dan AC Milan yang masing-masing ada di peringkat ketujuh dan kedelapan.

Ini akan jadi kali pertama dalam tujuh tahun terakhir Parma tampil di kompetisi Eropa. Kali terakhir Parma berlaga di kompetisi Eropa adalah saat mereka tampil di Piala UEFA 2006/2007.

"Ini adalah hasil yang dicapai oleh skuat. Ini sudah menjadi tahun yang menakjubkan berdasarkan pada kerja menyeluruh 360 derajat, dari Presiden sampai pengawas pertandingan," ujar allenatore Parma, Roberto Donadoni seperti dikutip Football Italia.

"Saya juga berjuang untuk memahami sejauh mana prestasi ini, tapi para pemain adalah yang seharusnya bicara saat ini, karena mereka layak mendapat kredit."

"Kami berkonsentrasi pada apa yang harus kami lakukan. Kecuali Antonio Cassano, yang sejujurnya justru lebih fokus pada apa yang terjadi di tempat lain di menit-menit akhir!"

"Ini adalah hasil yang luar biasa yang diinginkan presiden, khususnya karena ini bertepatan dengan ulang tahun ke-100 klub," imbuhnya.
Selengkapnya...