seo.uk.net Raja303 SPORTBETTING CASINO RAJA303 AMAN DAN TERPERCAYA: Lorenzo Insigne >
  • Berita Bola
  • Live score
  • Promo Sportbook
  • Promo Casino
  • Hubungi kami
  • Affiliasi
  • Nawala Unblocker
  • Nawala Unblocker 2
  • Jadwal siaran bola
Selamat datang di blogspot raja303 moto kami:anda puas kami senang
Tampilkan postingan dengan label Lorenzo Insigne. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lorenzo Insigne. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2015

Benitez Rilis Pemain Untuk Menghadapi Dnipro

Pelatih Napoli, Rafael Benitez telah merilis nama-nama 21 pemainnya yang akan dibawa ke Ukraina untuk mengadapi Dnipro di Liga Europa nanti.
 
Il Partenopei sadar betul jika mereka harus mencetak gol di leg kedua menghadapi Dnipro setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 di San Paolo pada leg pertama lalu.
 
Demi meraih hasil positif itu pun Benitez memanggil armada terbaiknya seperti Gonzalo Higuain, Duvan Zapata, Lorenzo Insigne dan Manolo Gabbiadini. 
 
Skuad Napoli untuk menghadapi Dnipro: Rafael, Andujar, Contini, Maggio, Mesto, Henrique, Britos, Ghoulam, Albiol, Koulibaly, Jorginho, David Lopez, Gargano, Inler, Callejon, Insigne, Mertens, Gabbiadini, Hamsik, Duvan, Higuain. 

Sumber: Football Italia
Selengkapnya...

Selasa, 02 September 2014

Conte: Susunan Skuat Italia Sudah Melalui Pengamatan Seksama



Menghadapi dua laga internasional yang akan datang, Antonio Conte meninggalkan sejumlah nama yang sebelumnya menghuni tim nasional Italia. Tapi keputusan ini ditegaskannya telah melalui pengamatan seksama.

Italia akan menghadapi Belanda dalam laga persahabatan di Stadio San Nicola, Bari pada 4 September mendatang. Lima hari kemudian, Gli Azzurri akan melakoni partai kualifikasi Piala Eropa 2016 menghadapi Norwegia.

Menyambut dua laga tersebut, Conte yang baru menjabat allenatore Italia itu meninggalkan sejumlah nama. Di lini depan misalnya, eks pelatih Juventus itu mencoret nama Mario Balotelli, Alessio Cerci, Antonio Cassano, dan Lorenzo Insigne.

Padahal keempat pemain ini merupakan penggawa timnas Italia di Piala Dunia 2014 lalu. Sebagai gantinya, Conte pun memasukkan sejumlah nama baru seperti penyerang Sassuolo Simone Zaza dan kiper Torino Daniele Padelli.

"Saya telah memonitor setiap pertandingan. Pemanggilan ke timnas berdasarkan apa yang kami amati, dengan itu kami punya bukti terkait sepakbola," kata Conte dilansir Football Italia.

Pernyataan ini diyakini sebagai sebuah pesan untuk para pemain yang dicoret, agar meningkatkan kembali performanya. Apalagi di Piala Dunia lalu, Italia juga tak tampil mengesankan dan tersingkir di fase grup. Tapi Conte menolak anggapan ini.

"Apakah ini adalah sebuah pesan? Saya tidak perlu mengirimkan pesan apapun. Mereka yang tahu saya, paham bagaimana saya bekerja. Saya tidak memberikan hadiah kepada siapapun," sahutnya.

"Mereka yang berada di tim nasional harus tahu apa yang perlu dilakukan untuk berada di sini dan sadar akan arti seragam ini. Itu penting," lanjut pelatih 45 tahun ini.

"Hari ini saya punya 26 pemain dan saya telah memberitahu mereka bahwa mereka harus memantaskan diri mengenakan seragam ini. Saya akan bersikap seperti yang telah selalu saya lakukan, tidak ada prasyarat bagi siapapun," demikian dia.
Selengkapnya...

Jumat, 13 Juni 2014

Vialli Dukung Balotelli Jadi Starter



Eks striker tim nasional Italia, Gianluca Vialli, mendukung Mario Balotelli bisa menjadi starter di laga melawan Inggris. Tapi,Super Mario harus mengulang performa apik di dua turnamen sebelumnya.

Balotelli mampu menunjukkan diri tampil produktif saat bermain bersama Italia di Piala Eropa 2012 dan Piala Konfederasi tahun lalu. Pada dua turnamen itu, striker 23 tahun itu total mencetak sebanyak lima gol bersama Gli Azzurri.

Tapi, ketajaman Balotelli bersama AC Milan di musim lalu turun drastis, dengan hanya mencetak 18 gol dalam 41 laga bersama Rossoneri di semua ajang.

Selain mengalami puasa gol dalam waktu yang cukup lama, eks penyerang Manchester City itu bahkan sempat dinilai tak bisa berbuat apa-apa oleh pundit dari Sky Sports Italia.

Atas penilaian itu, Balotelli bahkan sempat melakukan serangan pada Gianluca Marocchi, dengan menyebut komentator itu tak mengerti sepakbola.

Kritikan atas penampilan buruk itu lantas berlanjut saat Balotelli bermain untuk Italia. Apalagi, striker-striker 'Si Biru' lainnya seperti, Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne, mampu menunjukkan diri tampil tajam.

Immobile, yang jadi top skorer Liga Italia dengan torehan 22 gol, juga mampu menunjukkan diri tampil tajam. Saat Italia menang 5-3 atas Fluminese, dia membukukan tiga gol. Sementara itu, Insigne mampu menambah dua gol bagi Italia dalam pertandingan yang berlangsung pada 9 Juni lalu.

Kendati demikian, Vialli tetap percaya pada kemampuan Balotelli. Dia pun mendukung Balotelli untuk tetap menjadi starter saat Italia berhadapan dengan Inggris di laga pertama Grup D Piala Dunia yang berlangsung di Arena Amazonia, Manaus, Sabtu (14/6/2014) besok. Terlebih lagi Balotelli mempunyai pengalaman bermain di Liga Inggris.

"Saya pikir cara yang tepat adalah memulai laga dengan Balotelli. Dia bermain sangat bagus di Piala Eropa 2012 dan Piala Konfederasi. Dia berhasil mendapatkan satu tempat di starter Italia, selama dia bekerja sangat keras dan bermain untuk tim," kata Vialli di Sky Sports Italia.

"Apakah ini akan menjadi Piala Dunia Immobile? Andai ini menjadi turnamen miliknya, lalu mari kita lihat langsung jika suatu hal terjadi," imbuhnya.
Selengkapnya...

Minggu, 04 Mei 2014

Napoli Bungkam Fiorentina di Final Coppa

Review: Napoli Bungkam Fiorentina di Final Coppa

Final Coppa Italia 2013/14 antara pemilik enam gelar Fiorentina melawan juara 2012 Napoli di Olimpico, Roma, dimenangi oleh Partenopei dengan skor 3-1. Napoli pun sukses menjuarai kompetisi ini untuk kali kedua dalam tiga tahun terakhir.

Diwarnai comeback striker Fiorentina dan Italia Giuseppe Rossi serta kartu merah gelandang Napoli Gokhan Inler pada babak kedua, Minggu (04/5), Napoli finis sebagai yang terbaik. Unggul dua gol melalui bracepenyerang muda Azzurri Lorenzo Insigne di menit 11 dan 17, lalu sempat kebobolan oleh Juan Manuel Vargas menit 28, Napoli berjaya berkat gol penutup pemain pengganti Dries Mertens di penghujung laga.

Partai final ini sendiri sempat mengalami penundaan sekitar 45 menit akibat inisden penembakan beberapa saat sebelum laga yang kabarnya membuat empat orang mengalami cedera.

Pertandingan dilangsungkan setelah keadaan di dalam stadion dinilai kondusif oleh pihak panitia penyelenggara.

Fiorentina langsung coba mengambil kendali permainan. Namun, upaya pasukan Vincenzo Montella di sepuluh menit awal tak kunjung membuahkan hasil karena terbentur lini pertahanan Napoli. Yang terjadi,Viola justru jadi korban skema andalan Partenopei, yakni serangan balik, pada menit 11.

Diawali sebuah fast break, Marek Hamsik mengirim operan matang yang dituntaskan secara sempurna oleh Insigne dari sisi kiri kotak penalti. Skor 1-0 untuk Napoli.

Hanya enam menit berselang, memanfaatkan kesalahan Vargas, Gonzalo Higuain bisa menguasai bola, lalu melepas assist yang berbuah gol kedua Insigne melalui tendangan keras kari kirinya.

Tertinggal dua gol, Fiorentina tak putus asa. Pada menit 28, Vargas membayar kesalahannya dengan meneruskan operan manis Josip Ilicic untuk menipiskan selisih skor jadi 1-2.

Fiorentina membobol gawang Pepe Reina sesaat sebelum jeda, tapi gol itu dianulir karena Alberto Aquilani sudah terlebih dahulu terperangkapoffside dan peluit akhir babak pertama pun dibunyikan.

Di paruh kedua, Fiorentina berulang kali mencoba mencari celah di lini belakang Napoli demi bisa mencetak gol penyama kedudukan. Namun, meski Montella sudah memasukkan Rossi, yang sempat absen sejak awal 2014 akibat cedera lutut, dan pasukan Rafael Benitez bermain dengan sepuluh orang sejak Inler mendapat kartu kuning kedua di menit 79, Fiorentina tetap kesulitan.

Di masa injury time, gawang Fiorentina justru kembali bergetar. Mertens, yang masuk menggantikan Hamsik sejak menit 64, menyambar operan terukur Jose Callejon dan memastikan Napoli menang 3-1.

Napoli pun merengkuh trofi Coppa Italia mereka yang ke-5 (1962, 1976, 1987, 2012, 2014) dan memaksa Fiorentina meneruskan puasa gelarnya yang sudah berlangsung sejak 2001 silam. Selengkapnya...