Di dunia kepelatihan, nama Jacksen F. Tiago sudah sangat eksis sebagai peracik taktik di klub-klub di Liga Indonesia dan menangani para pemain profesional. Tetapi ia kemudian juga menemukan kenikmatan dan kegembiraan luar biasa ketika melatih para pesepakbola cilik.
Selama kariernya sebagai pelatih, Jacksen banyak menghabiskan waktunya di klub-klub seperti Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura. Selain itu juga dia pernah melatih Persita Tangerang, Persitara Jakarta Utara, dan Persiter Ternate.
Nah, selain menangani pemain profesional pria Brasil 46 tahun itu juga tak asing menangani pesepakbola cilik seperti halnya di SSB Real Madrid di Sidoarjo dan SSB Asabab di Surabaya. Saat ini ia bahkan sedang fokus menggembleng Garuda Muda yang tampil di final dunia Danone Nations Cup 2014 di Sao Paulo, 14-16 November ini.
Jacksen sudah melatih mereka sejak di Purwakarta September lalu, kemudian berlanjut ke sesi training camp (TC) di Malang pertengahan Oktober lalu, dan terakhir menggembleng mereka di Rio de Janeiro, Brasil, selama lima hari sejak Kamis (6/11/2014) lalu.
"Perbedaan sangat besar, kalau dari aspek melatih pemain profesional tanggung jawab jauh lebih besar karena tuntutan berprestasi," kata Jacksen membandingkan tuntutan kerja saat melatih klub profesional dan menangani pemain-pemain cilik. "Jadi semua aspek dari sepakbola, kita harus punya analisa yang cermat, kita tidak boleh melakukan kesalahan, dan kita harus teliti. Itu perbedaan utamanya."
"Kalau kita melatih anak-anak, aspek mental lebih diperhatikan. Psikologis, pembentukan karakter. Prestasi iya, tapi faktor utama dengan usia 12 adalah pembentukan karakter, bagaimana mereka bisa punya visi sebagai sebuah tim. Prestasi adalah hal kesekian, meski kita semua mau yang terbaik, itu pasti," bebernya dalam percakapan dengan detikSport di Paradise Golf & Lake Resort, Sao Paulo, Kamis (13/11) siang waktu setempat.
Lebih lanjut Jacksen menyebut bahwa melatih Yadi Mulyadi cs sebagai sebuah pengalaman yang sangat berharga. Pria yang baru bulan Oktober lalu berpisah dari Persipura itu menemukan kenikmatan luar biasa dari kesibukannya saat ini.
"Tapi bagaimanapun juga kita di sini lebih fun, kita memperhatikan aspek-aspek lain dari sepakbola. Faktor teknik dasar, kepribadian, kerja sama, dan psikologis. Puji Tuhan tidak ada kendala sama sekali. Justru dengan anak-anak ini saya sangat luar biasa menikmati. Pengalaman sangat berharga, terutama dalam momen transisi saya kemarin dari kompetisi kemarin ke 2015 di mana berakhir dengan berbagai persoalan. Jadi masa ini saya anggap sebuah proses dalam transisi yang sangat luar biasa. Saya sangat menikmati karena dengan mereka ini, mereka gembira, mereka punya energi sangat luar biasa 24 jam. Itu menular kepada saya dan Puji Tuhan tidak ada kendala sama sekali," ucapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar