Tampil dominan, Juventus juga berhasil meminimalisir peluang dari Atletico Madrid. Tapi hilangnya konsenstrasi membuat sang lawan pada akhirnya mencuri gol.
Juve bermain sangat dominan dalam penguasaan bola kala melawat ke Vicente Calderon, Kamis (2/10/2014) dinihari WIB. Meski gagal mencatatkan satupun tembakan on target, 62% ball possession juga sejatinya mampu membuat lawan tak banyak mencatatkan peluang.
Atletico tercatat hanya punya dua kesempatan yang mengarah ke gawang Gianluigi Buffon. Namun sial untuk Bianconeri, salah satunya berbuah gol.
Gol tersebut juga sejatinya buah kesalahan pertahanan Juve. Juanfran mendapatkan ruang terlalu bebas di sisi kanan sehingga punya cukup banyak waktu sebelum memutuskan mengirim umpan silang ke kotak penalti. Kesalahan berikutnya tampak ketika Stephan Lichtsteiner tak memperhatikan Arda Turan yang muncul dari belakang dan kemudian menyontek bola ke gawang.
"Kami memburu kemenangan, tapi tak meraihnya. Kami tahu kekuatan dan kelemahan tim ini dan Atletico, jadi mampu membatasi mereka menciptakan sangat sedikit peluang," kata pelatih Massimiliano Allegri kepada Sport Mediaset.
"Mereka hanya mengancam lewat gol yang tercipta dan sebuah kans di babak pertama. Sangat sulit menghadapi Atletico, karena mereka menutup ruang dan menghantam Anda lewat serangan balik. Kami membuat sejumlah situasi positif, tapi tidak mampu mencetak gol," lanjutnya.
"Kami membatasi permainan mereka dengan penguasaan 60% pertandingan. Tapi satu kali kami membuat kesalahan dan kami kebobolan sebuah gol," demikian eks pelatih AC Milan ini dilansir Football Italia.
Dengan kekalahan ini, persaingan di Grup A kian panas. Baik Juve, Atletico, Malmo, dan Olympiakos sama-sama mengumpulkan nilai tiga dari dua laga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar