Hukuman dari UEFA tak akan menghalangi hasrat Manchester City untuk berbelanja besar di bursa transfer nanti. Ini dilakukan demi menjaga ambisi juara di empat kompetisi musim depan.
UEFA menjatuhkan sanksi denda sebesar 60 juta euro (sekitar Rp 938,4 miliar) kepada City terkait pelanggaran aturan Financial Fair Play. Tak cuma itu, UEFA juga memberi hukuman lain berupa pengurangan jatah pemain di Liga Champions musim depan, dari 25 pemain menjadi 21 pemain saja.
Sanksi lain yang diterima City adalah pembatasan pengeluaran di bursa transfer musim panas mendatang. Juara Premier League musim 2013/2014 itu hanya diperbolehkan mengeluarkan dana sebesar 60 juta euro untuk belanja.
Dengan nominal belanja sebesar itu jelas City tak bisa bergerak bebas seperti halnya musim-musim sebelumnya. Sebagai catatan musim lalu saja mereka menghabiskan dana sekitar 90 juta poundsterling untuk mendatangkan empat pemain.
Tapi karena mereka punya ambisi untuk mempertahankan kesuksesan musim ini - Premier League dan Piala Liga Inggris -- plus merebut juara di ajang lagi, maka City tak akan mengkhawatirkan hukuman UEFA itu.
"Mungkin (ada akan perubahan dalam skuat). Kami akan melihat yang mana cara terbaik untuk memperkuatnya," ujar manajer City Manuel Pellegrini kepada City TV seperti dikutip Sky Sports.
"Saya pikir yang terpenting adalah kami harus ambisius," sambungnya.
"Sangat penting untuk memenangi titel juara tapi dua titel ini (Premier League dan Piala Liga Inggris) tidak ada gunanya musim depan."
"Kami harus menganalisa hal-hal bagus yang sudah kami capai, semua hal buruk, di mana kami harus memperbaiki, di mana itu harus kami lakukan sebaik mungkin. Kami masih punya banyak PR."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar