Kemenangan telak, 5-0 Real Madrid atas Real Betis di Benito Villamarin, Sabtu 18 Januari 2014 kemarin terasa sangat spesial bagi pelatih Carlo Ancelotti. Kemenangan itu tidak hanya mengantarkan Los Blancos menyamai poin atas Atletico Madrid danBarcelona, tapi juga menjadi kemenangan 500 bagi Ancelotti.
Selama menukangi Madrid di awal musim 2013/14 ini, Don Carletto sudah mengoleksi 24 kali kemenangan dari 30 laga di semua ajang. Dua laga diakhiri dengan kekalahan (dari Barcelona dan Atletico) dan sisanya diakhiri dengan hasil seri.
Ancelotti sudah 19 tahun meniti karir sebagai pelatih. Di awal kiprahnya sebagai juru taktik, dia dipercaya untuk menangani klub promosi Serie A, Reggiana pada musim 1995/96.
Pada musim selanjutnya, Ancelotti hijrah ke Parma. Ketika itu, dia diberkahi oleh pemain-pemain muda berkualitas semacam Gianluiggi Buffon dan Fabio Cannavaro. Dengan modal tersebut, Ancelotti akhirnya sukses mengantarkan Parma finis di posisi kedua klasemen akhir Serie A pada musim 1996/97.
Tapi, di musim 1997/98, pria 54 tahun tersebut gagal melanjutkan tren positifnya bersama Parma. I Gialloblu malah terperosok ke posisi 5 klasemen akhir Serie A.
Pada 1999, Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Juventus. Dan di awal kepemimpinannya, Juve sukses meraih gelar Piala Intertoto. Sayang, nasib baik Ancelotti di Juventus pada dua musim setelahnya tidak bagus.
Ancelotti tidak mampu meraih satu gelar pun di dua musim berikutnya bersama Juve. Sehingga pada 2001, dia dipecat dengan tidak hormat oleh kubu Nyonya Tua.
Karir Ancelotti sebagai pelatih mulai bersinar ketika menangani AC Milan. Pelatih kelahiran Reggiolo ini mengoleksi 8 gelar bergengsi bersama Rossoneri. Tercatat, Ancelotti sukses merebut gelar Serie A bersama Milan pada 2003/04, satu titel Coppa Italia (2002/03), satu titel Supercoppa Italiana (2004), dua gelar Liga Champions (2002/03 dan 2006/07), dua Piala Super Eropa (2003 dan 2007), serta satu gelar Piala Dunia Antar Klub (2007).
Setelah berbakti di San Siro selama delapan tahun (2001 hingga 2009), Ancelotti memutuskan untuk menjajal kerasnya Liga Inggris. Dia dipercaya oleh pemilik Chelsea, Roman Abramovich untuk mengisi posisi manajer tim.
Hanya tiga gelar saja yang mampu diraih oleh Ancelotti. Ketiganya adalah Liga Inggris (2009/10), Piala FA (2009/10), dan Community Shield (2009). Pada 22 Mei 2011, Ancelotti dipecat oleh Abramovich karena dianggap gagal mempersembahkan gelar untuk Chelsea di musim 2010/11.
Lalu, dia hengkang ke Paris Saint Germain. Di sana, Ancelotti hanya menangani klub yang berbasis di kota Paris itu selama dua musim saja. Dia baru bisa mempersembahkan gelar kepada PSG di musim keduanya dengan meraih titel Ligue 1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar