
Hoeness menegaskan penilaian Ballon d'Or harus dilihat dari penampilan satu tahun, tidak hanya satu pertandingan.
Presiden Bayern Munich Uli Hoeness mengklaim akan tidak adil jika Cristiano Ronaldo mengalahan Franck Ribery hanya melalui satu pertandingan dalam perebutan Ballon d’Or tahun ini.
Ribery masuk kandidat juara dalam penghargaan individu paling prestisius menyusul perannya dalam membantu The Bavarians menyabet treble winners musim lalu.
Namun, Hoeness tak takut dengan banjir dukungan terhadap Ronaldo yang mencetak hat-trick saat membawa Portugal secara dramatis mengalahkan Swedia di babak play-off Piala Dunia.
“Ronaldo jelas, secara signifikan berkontribusi atas lolosnya Portugal ke Piala Dunia,” kata supremo Bayern kepada Sport Bild.
“Tapi saya benar-benar tak memahami situasi jika Franck tidak memenangkan Ballon d’Or setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa. Ada sepanjang tahun yang harus dinilai - tidak hanya satu pertandingan.”
“Saya pikir opini publik telah bergeser. Tapi, di saat bersamaa, bagi saya tidak ada yang berubah. Hanya Ribery yang dapat memenangkan [Ballon d’Or],” pungkasnya.
Ribery masuk kandidat juara dalam penghargaan individu paling prestisius menyusul perannya dalam membantu The Bavarians menyabet treble winners musim lalu.
Namun, Hoeness tak takut dengan banjir dukungan terhadap Ronaldo yang mencetak hat-trick saat membawa Portugal secara dramatis mengalahkan Swedia di babak play-off Piala Dunia.
“Ronaldo jelas, secara signifikan berkontribusi atas lolosnya Portugal ke Piala Dunia,” kata supremo Bayern kepada Sport Bild.
“Tapi saya benar-benar tak memahami situasi jika Franck tidak memenangkan Ballon d’Or setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa. Ada sepanjang tahun yang harus dinilai - tidak hanya satu pertandingan.”
“Saya pikir opini publik telah bergeser. Tapi, di saat bersamaa, bagi saya tidak ada yang berubah. Hanya Ribery yang dapat memenangkan [Ballon d’Or],” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar