
Laga perempat-final Piala Dunia U-20 antara Irak kontra Korea Selatan digelar di Ataturk Kadir Has Şehir Stadıum, Minggu (7/7) waktu setempat. Irak yang membuat kejutan menjuarai grup E melanjutkan mimpi mereka di Piala Dunia U-20 dengan melaju ke semi-final setelah menumbangkan Korea Selatan melalui babak adu penalti.
Kedua tim sama-sama menggunakan formasi 4-3-2-1 dan tampil menyerang. Permainan cepat kedua kubu langsung tersaji selepas kick-off, hal tersebut tergambar dengan torahan tiga gol pada babak pertama.
Babak Pertama
Kedua tim sama-sama menggunakan formasi 4-3-2-1 dan tampil menyerang. Permainan cepat kedua kubu langsung tersaji selepas kick-off, hal tersebut tergambar dengan torahan tiga gol pada babak pertama.
Babak Pertama
Di level junior Irak merupakan lawan yang sepadan bagi korea Selatan. Pertandingan berjalan cukup imbang di babak pertama meski Irak sedikit lebih menguasai permainan.
Kedua tim bermain terbuka dengan memanfaatkan lebar lapangan. Ali Qasim di sisi kanan penyerangan Irak begitu rajin melakukan tusukan ke jantung pertahanan Korea Selatan, tak mau kalah, Sang-Gyu Han yang beroprasi di sisi kiri barisan penyerang Korea Selatan berulang kali membuat Mustafa Nadhim dan bek Irak lainnya kalang kabut.
Permainan terbuka kedua kubu langsung membuahkan hasil kala Irak unggul lebih dahulu lewat pinalti Ali Faez Atiyah pada menit ke 21, menyusul pelanggaran yang dilakukan Hyun Kim kala mengantisipasi tendangan bebas musuh. Atiyah yang dipercaya sebagai algojo tak menyianyiakan kesempatan tersebut lewat tendangan kencang ke arah kanan gawang Chang-Geun Lee.
Tak mau terlena, Korea Selatan memberikan rekasi cepat. Berawal dari lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Sang-Min Sim, sundulan Chang-Hoon Kwon pada menit ke 24 yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Irak menyamakan kedudukan 1-1.
Saat babak pertama terlihat akan berakhir imbang, Irak memberikan kejutan. Ditengah kendornya konsentrasi pertahanan Korea Selatan, Farhan Shukor yang lolos dari jebakan offside menjebol jala Chang-Geun Lee menyambar bola muntah hasil tendangan Ali Qasim pada menit ke 42, 2-1 untuk Irak.
Kore Selatan tak punya cukup waktu untuk memberikan reaksi di sisa babak, sementara Irak terus fokus mempertahankan kedudukan hingga jeda. Irak unggul 2-1 atas Korea Selatan di babak pertama.
Babak Kedua
Babak kedua berlangung alot, Kore Selatan menguasai pertandingan selepas jeda. Serangan demi serangan terus dilancarkan tim asuhan Kwang-Joong Lee ini.
Tak perlu menunggu lama untuk menyamakan kedudukan, baru lima menit babak kedua berjalan Korea Selatan sudah mampu menyeimbangkan keadaan. Lagi-lagi lewat sundulan, kali ini Gwang-Hoon Lee yang memanfaatkan sepak pojok Chang-Hoon Kwon merubah keadaan menjadi 2-2 pada menit ke 50.
Selepas keadaan berimbang, kedua tim bermain lebih dewasa. Irak menutup rapat-rapat pertahanannya dengan lebih mengandalakan operan bola atas. Sementara Korea Selatan tak ingin mengulangi kecerobohan mereka di babak pertama dengan lebih bermain di area tengah lapangan.
Permainan pragmatis tersebut berlangsung hingga 90 menit berakhir. Irak dan Korea Selatan harus menentukan hasil pertandingan lewat perpanjangan waktu setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal.
Perpanjangan Waktu
Permainan tanpa kenal lelah terus ditunjukkan kedua tim hingga babak perpanjangan waktu. Masuknya Ju-Sung Woo-Jun-Hyung Cheon di pihak Korea Selatan dan Mohammed Jabbar-Dhurgham Ismail, pada babak pertama perpanjangan waktu diharapkan memberi perbedaan pada jalannya laga.
Korea mengambil alih kendali permainan di babak pertama perpanjangan waktu, penguasaan bola mereka naik hingga 51 persen setelah terus berimbang pada waktu normal. Sisi kanan pertahanan Irak yang dikawal Mustafa Nadhim jadi bulan-bulanan para punggawa Korea Selatan, beruntung pemain Irak lainnya sanggup menutup kelemahan tersebut.
Kesempatan emas datang dari tendangan bebas Chang-Min Lee. Sayang tendangan kerasnya masih bisa dihalau kiper Irak Mohammed Hameed. Babak pertama perpanjangan masih berakhir dengan skor 2-2.
Drama terjadi di babak kedua perpanjangan. Kali ini Irak lebih menguasai jalannya laga. Dominasi para punggawa Lions Of Mesopotamia atas Korea Selatan terlihat jelas, namun begitu, di tengah stamina yang mulai terkuras tim Negeri Ginseng masih sanggup memberikan ancaman melalui serangan balik cepat.
Kisah dimulai pada menit ke 118 babak perpanjangan. Kemelut yang terjadi di depan gawang Korea Selatan berhasil dimanfaatkan Farhan Shukor menjadi gol ketiga Irak yang membuat satu kaki Irak sudah berada di semi-final.
Ketika tinggal beberapa detik lagi pertandingan akan berakhir, Korea Selatan membuat kejaiban, tendangan spekulasi Sun-Woo Kim dari jarak jauh menggetarkan jala Irak dan menyamakan skor menjadi 3-3 pada menit ke 122. Pertandingan pun harus dilanjutkan melalui adu penalti.
Sebelum penalti lepasan dilakukan, kedua tim sama-sama menorehkan empat gol di lima penalti awal. Je-Min Yeon dan Mohammed Jabbar jadi algojo yang gagal melaksanakan tugas. Pada giliran pertama penalti lepasan Gwang-Hoon Lee gagal menceploskan bola, hal ini menguntungkan Irak. Pada akhirnya Irak memstikan diri ke semi-final setelah memastikan kemenangan lewat penalti yang dilakukan pemain terbaik pertandingan malam itu, Farhan Shukor.
Kedua tim bermain terbuka dengan memanfaatkan lebar lapangan. Ali Qasim di sisi kanan penyerangan Irak begitu rajin melakukan tusukan ke jantung pertahanan Korea Selatan, tak mau kalah, Sang-Gyu Han yang beroprasi di sisi kiri barisan penyerang Korea Selatan berulang kali membuat Mustafa Nadhim dan bek Irak lainnya kalang kabut.
Permainan terbuka kedua kubu langsung membuahkan hasil kala Irak unggul lebih dahulu lewat pinalti Ali Faez Atiyah pada menit ke 21, menyusul pelanggaran yang dilakukan Hyun Kim kala mengantisipasi tendangan bebas musuh. Atiyah yang dipercaya sebagai algojo tak menyianyiakan kesempatan tersebut lewat tendangan kencang ke arah kanan gawang Chang-Geun Lee.
Tak mau terlena, Korea Selatan memberikan rekasi cepat. Berawal dari lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Sang-Min Sim, sundulan Chang-Hoon Kwon pada menit ke 24 yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Irak menyamakan kedudukan 1-1.
Saat babak pertama terlihat akan berakhir imbang, Irak memberikan kejutan. Ditengah kendornya konsentrasi pertahanan Korea Selatan, Farhan Shukor yang lolos dari jebakan offside menjebol jala Chang-Geun Lee menyambar bola muntah hasil tendangan Ali Qasim pada menit ke 42, 2-1 untuk Irak.
Kore Selatan tak punya cukup waktu untuk memberikan reaksi di sisa babak, sementara Irak terus fokus mempertahankan kedudukan hingga jeda. Irak unggul 2-1 atas Korea Selatan di babak pertama.
Babak Kedua
Babak kedua berlangung alot, Kore Selatan menguasai pertandingan selepas jeda. Serangan demi serangan terus dilancarkan tim asuhan Kwang-Joong Lee ini.
Tak perlu menunggu lama untuk menyamakan kedudukan, baru lima menit babak kedua berjalan Korea Selatan sudah mampu menyeimbangkan keadaan. Lagi-lagi lewat sundulan, kali ini Gwang-Hoon Lee yang memanfaatkan sepak pojok Chang-Hoon Kwon merubah keadaan menjadi 2-2 pada menit ke 50.
Selepas keadaan berimbang, kedua tim bermain lebih dewasa. Irak menutup rapat-rapat pertahanannya dengan lebih mengandalakan operan bola atas. Sementara Korea Selatan tak ingin mengulangi kecerobohan mereka di babak pertama dengan lebih bermain di area tengah lapangan.
Permainan pragmatis tersebut berlangsung hingga 90 menit berakhir. Irak dan Korea Selatan harus menentukan hasil pertandingan lewat perpanjangan waktu setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal.
Perpanjangan Waktu
Permainan tanpa kenal lelah terus ditunjukkan kedua tim hingga babak perpanjangan waktu. Masuknya Ju-Sung Woo-Jun-Hyung Cheon di pihak Korea Selatan dan Mohammed Jabbar-Dhurgham Ismail, pada babak pertama perpanjangan waktu diharapkan memberi perbedaan pada jalannya laga.
Korea mengambil alih kendali permainan di babak pertama perpanjangan waktu, penguasaan bola mereka naik hingga 51 persen setelah terus berimbang pada waktu normal. Sisi kanan pertahanan Irak yang dikawal Mustafa Nadhim jadi bulan-bulanan para punggawa Korea Selatan, beruntung pemain Irak lainnya sanggup menutup kelemahan tersebut.
Kesempatan emas datang dari tendangan bebas Chang-Min Lee. Sayang tendangan kerasnya masih bisa dihalau kiper Irak Mohammed Hameed. Babak pertama perpanjangan masih berakhir dengan skor 2-2.
Drama terjadi di babak kedua perpanjangan. Kali ini Irak lebih menguasai jalannya laga. Dominasi para punggawa Lions Of Mesopotamia atas Korea Selatan terlihat jelas, namun begitu, di tengah stamina yang mulai terkuras tim Negeri Ginseng masih sanggup memberikan ancaman melalui serangan balik cepat.
Kisah dimulai pada menit ke 118 babak perpanjangan. Kemelut yang terjadi di depan gawang Korea Selatan berhasil dimanfaatkan Farhan Shukor menjadi gol ketiga Irak yang membuat satu kaki Irak sudah berada di semi-final.
Ketika tinggal beberapa detik lagi pertandingan akan berakhir, Korea Selatan membuat kejaiban, tendangan spekulasi Sun-Woo Kim dari jarak jauh menggetarkan jala Irak dan menyamakan skor menjadi 3-3 pada menit ke 122. Pertandingan pun harus dilanjutkan melalui adu penalti.
Sebelum penalti lepasan dilakukan, kedua tim sama-sama menorehkan empat gol di lima penalti awal. Je-Min Yeon dan Mohammed Jabbar jadi algojo yang gagal melaksanakan tugas. Pada giliran pertama penalti lepasan Gwang-Hoon Lee gagal menceploskan bola, hal ini menguntungkan Irak. Pada akhirnya Irak memstikan diri ke semi-final setelah memastikan kemenangan lewat penalti yang dilakukan pemain terbaik pertandingan malam itu, Farhan Shukor.
Iraq: Hameed; Jabbar, Atiyah, Nadhim, Adnan; Tariq, Salman, Kamil, Ammar; Qasim, Shukor
Korea Selatan: Chang-Geun Lee; Je-Min Yeon, Sang-Min Sim, Yong-Hwan Kim, Ju-Hun Song; Chang-Hoon Kwon, Soon-Woo Kim, Chang-Min Lee, Sang-Woo kang; Sang-Gyu Han, Hyun Kim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar