
Jakarta - Jelang pertemuan dengan
Arsenal, Jupp Heynckes memuji Arsene Wenger sebagai manajer paling
kreatif. Tapi, Heynckes juga menyebut bahwa Wenger bukanlah manajer
paling sukses.
Wenger sudah delapan tahun tidak memberikan trofi
untuk Arsenal. Masa puasa memberikan trofi itu bisa jadi kian panjang
jika melihat situasi Arsenal di Liga Champions musim ini.
Dengan kekalahan 1-3 di leg pertama, The Gunners
setidaknya harus menang tiga gol tanpa balas di Allianz Arena. Ini
bukan perkara gampang mengingat dari sisi statistik Bayern selalu
berhasil mencetak gol dalam 13 laga terakhirnya di Liga Champions.
Di
sisi lain, Arsenal juga sulit untuk menjaga gawangnya bebas dari
kebobolan kala bermain tandang. Tercatat, mereka hanya mampu mencatat
satu clean sheet dalam 23 pertandingan tandang terakhir di Liga
Champions.
Kendati demikian, Bayern tetap waspada terhadap
Arsenal. Heynckes menyebut bahwa gaya main Arsenal tetaplah istimewa dan
Wenger-lah yang membuatnya demikian. Kendati sulit untuk membuahkan
trofi, gaya atraktif Arsenal itu, disebut Heynckes, layak diapresiasi.
"Dia adalah manajer yang kreatif, menciptakan sepakbola yang rasanya hanya berada dalam fantasi," ujar Heynckes di Telegraph.
"Sepakbola
yang mereka mainkan begitu fantastis dari tahun ke tahun. Mereka selalu
memainkan sepakbola paling atraktif, tapi mungkin bukan yang paling
sukses."
"Bagi saya, dalam 10 atau 15 tahun terakhir dia adalah salah satu manajer terbaik di Eropa," ucap Heynckes.
Rabu, 13 Maret 2013
Wenger Manajer Paling Kreatif, tapi Bukan Paling Sukses
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar