
Perjuangan keras Inter melawan Tottenham membuat bangga presiden klub, Massimo Moratti.
Massimo Moratti selaku presiden FC Internazionale mengutarakan rasa
bangga dengan tim pimpinannya setelah mereka menggilas Tottenham Hotspur
4-1 di Giuseppe Meazza.
Hasil partai leg II babak 16 besar Liga Europa itu tak memadai untuk meloloskan Nerazzurri ke babak selanjutnya karena di laga perdana mereka tumbang 3-0. Inter tersisih lewat aturan gol tandang, namun setidaknya mereka mengakhiri kiprah di kompetisi secara terhormat.
"Para pemain melakukan apa yang tak ingin diprediksikan media, yaitu menunjukkan seluruh harga diri mereka," ucap Moratti kepada Inter Channel.
"Kami semua sangat bangga dengan tim ini dan saya hanya bisa memuji atas usaha yang mereka tampilkan. Kami tetap tersingkir, tapi bila ini ajang Liga Champions saya akan jauh lebih kecewa."
"Babak perpanjangan waktu jelas dapat membebani kami untuk laga Minggu melawan Sampdoria, tapi secara psikologis ini adalah laga yang sangat penting."
Inter memimpin 3-0 atas Tottenham dalam 90 menit lewat gol-gol Antonio Cassano, Rodrigo Palacio, serta bunuh diri William Gallas, dan membuat laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Emmanuel Adebayor kemudian menorehkan gol tandang vital bagi Spurs di extra time sebelum Ricky Alvarez memastikan kemenangan tuan rumah 4-1.
Hasil partai leg II babak 16 besar Liga Europa itu tak memadai untuk meloloskan Nerazzurri ke babak selanjutnya karena di laga perdana mereka tumbang 3-0. Inter tersisih lewat aturan gol tandang, namun setidaknya mereka mengakhiri kiprah di kompetisi secara terhormat.
"Para pemain melakukan apa yang tak ingin diprediksikan media, yaitu menunjukkan seluruh harga diri mereka," ucap Moratti kepada Inter Channel.
"Kami semua sangat bangga dengan tim ini dan saya hanya bisa memuji atas usaha yang mereka tampilkan. Kami tetap tersingkir, tapi bila ini ajang Liga Champions saya akan jauh lebih kecewa."
"Babak perpanjangan waktu jelas dapat membebani kami untuk laga Minggu melawan Sampdoria, tapi secara psikologis ini adalah laga yang sangat penting."
Inter memimpin 3-0 atas Tottenham dalam 90 menit lewat gol-gol Antonio Cassano, Rodrigo Palacio, serta bunuh diri William Gallas, dan membuat laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Emmanuel Adebayor kemudian menorehkan gol tandang vital bagi Spurs di extra time sebelum Ricky Alvarez memastikan kemenangan tuan rumah 4-1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar