
JAKARTA - Badan Tim Nasional (BTN) secara mengejutkan memutuskan untuk menggeser posisi Luis Manuel Blanco dari pelatih tim nasional (Timnas)menjadi direktur teknik. Namun keputusan tersebut tidak diterima oleh ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Djohar menyampaikan ketidakpuasannya tersebut melalui email yang dikirim ke Sekjen PSSI Hadriyandra. Menurut Djohar, dia tidak tahu menahu tentang pemecatan Blanco.
Namun pada kenyataannya, latihan Timnas mulai senin kemarin, telah dipimpin oleh coach Rahmad Darmawan yang ditunjuk BTN sebagai pengganti Blanco. Bahkan hingga pagi ini, tak nampak wajah pria asal Argentina pada sesi latihan Timnas pagi ini.
Disamping itu Djohar menilai ada yang sengaja menghancurkan rencananya untuk membangun Timnas. Sebab dengan waktu yang sangat mepet, tentu akan terlalu berisiko mengganti pelatih.
Berikut isi email Djohar kepada Sekjen PSSI, Hadiyandra:
"Saudara Sekjen harap (email) ini disampaikan dan dibicarakan dengan BTN. Saya minta BTN mempertahankan coach Manuel Blanco tetap sebagai headcoach. Kami punya rencana besar untuk meningkatkan prestasi Timnas, bukan saja untuk bisa juara di Asean tetapi juga harus bisa bicara di tingkat Asia. Untuk itulah diperlukan coach sekelas Blanco.
Rencana memasukan nama coach RD belum pernah dikonsultasikan kepada saya, tahu- tahu nama coach RD sudah didaftarkan ke AFC. Sangat riskan menggantikan pelatih dalam waktu hitungan hari untuk bertanding. Saya melihat ada orang yang mencampuri masalah teknis. Ini sangat tidak bagus. Pra Piala Asia melawan Saudi Arabia bukanlah segala galanya, jadi tak perlu dirusak program ini.
Saya bersusah payah memasukkan coach Blanco untuk pegang Timnas, tetapi kok begitu mudahnya menyingkirkannya. Harap bicarakan serius sebelum terjadi hal-hal yang tidak bagus dari kejadian ini. Suasana bagus kebersamaan saat ini jangan diganggu lagi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar