
Sakho masih belum bisa melupakan kekalahan telak dari Marseille pada musim lalu.
Bek Paris Saint-Germain Mamadou Sakho sudah tidak sabar untuk menjalani laga Classique melawan Marseille pada akhir pekan ini demi membalas kekalahan saat menjalani debut.
Walau
Marseille tak memenangi dua laga terakhir mereka kala berjumpa PSG,
Sakho mengaku masih mengingat kekalahan 3-0 pada musim lalu. Bagi Sakho,
duel Classique mempunyai arti penting bagi dirinya.
“Musim
lalu, sejujurnya saya sangat marah. Saat tiba di rumah, saya tidak
berbicara dengan siapa pun, saya mematikan telepon. Laga itu sangat
berarti bagi saya, dan kalah 3-0, itu sangat berat,” ungkap Sakho kepada
beIN Sport.
“Mental saya benar-benar runtuh hingga hari
berikutnya. Tapi perlahan-lahan saya memulai halaman baru. Namun
kekalahan musim lalu sangat menyakitkan.”
Sakho kemudian
mengungkapkan kenangannya ketika masih kanak-kanak. Sakho merupakan fans
PSG, dan merasa senang ketika mengikat kontrak dengan klub tajir itu
saat berusia 17 tahun.
“Itu merupakan momen sangat spesial bagi
saya. Saya selalu menjadi fans PSG, saya pernah datang ke Parc des
Princes ketika berusia tujuh atau delapan tahun. Karena itu, membela
warna tim saya di atas lapangan sangat emosional,” kata Sakho.
Ketika masih muda, saya sering menonton Classique dengan teman-teman di sekitar tempat tinggal. Akan selalu ada nyanyian, taruhan. Tensinya sungguh hebat.
Jumat, 22 Februari 2013
Mamadou Sakho Tak Sabar Jalani Laga Classique
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar