seo.uk.net Raja303 SPORTBETTING CASINO RAJA303 AMAN DAN TERPERCAYA: Final Piala Afrika: Pertaruhan Gengsi Pelatih Lokal vs Pelatih Impor >
  • Berita Bola
  • Live score
  • Promo Sportbook
  • Promo Casino
  • Hubungi kami
  • Affiliasi
  • Nawala Unblocker
  • Nawala Unblocker 2
  • Jadwal siaran bola
Selamat datang di blogspot raja303 moto kami:anda puas kami senang

Minggu, 10 Februari 2013

Final Piala Afrika: Pertaruhan Gengsi Pelatih Lokal vs Pelatih Impor



Johannesburg - Laga final Piala Afrika tahun ini tak sekadar pembuktian dua kuda hitam, Nigeria serta Burkina Faso untuk jadi yang terbaik. Lebih dari itu kemenangan di partai puncak akan jadi pertaruhan harga diri para pelatih lokal Afrika.

Nigeria serta Burkina Faso memang tak begitu diunggulkan bisa melaju ke final. Meski berstatus sebagai salah satu tim besar 'Benua Hitam', tapi Nigeria sudah lama tenggelam prestasinya.

Sementara Burkina Faso baru pertama kali lolos ke fase sistem gugur dan langsung mencapai final. Dan ini menjadi prestasi tertinggi buat negara berpenduduk sekitar 16 juta jiwa itu di kancah internasional.

Siapapun juaranya jelas titel Piala Afrika ini akan jadi penuntas dahaga prestasi terutama bagi Nigeria yang ingin mengembalikan statusnya sebagai 'Elang Super'.

Namun lebih dari itu, laga final ini akan jadi ajang pembuktian bagi Stephen Keshi, pelatih Nigeria yang akan melawan orang Belgia bernama Paul Put, yang membawa Burkina Faso tampil gemilang di turnamen dua tahunan ini.

Keshi adalah perwakilan dari para pelatih asli asal Afrika yang berusaha mempertaruhkan gengsi serta harga diri dengan para pelatih asing yang bertahun-tahun sudah "menjajah" negara-negara Afrika. Apalagi tahun lalu Zambia jadi juara usai ditangani Herve Ranard yang asal Prancis.

Jelas adanya Keshi di partai final bisa jadi kebangaan tersendiri bagi koleganya yang sudah membuktikan bahwa kualitas mereka tak kalah dengan pelatih impor. Jika Keshi berhasil membawa John Obi Mikel dkk jadi juara, maka ia akan jadi orang kedua yang menjuarai Piala Afrika sebagai pelatih dan pemain -- Keshi menjadi kapten saat Nigeria jadi juara tahun 1994 --.

Tak hanya itu ia juga bisa mengembalikan pamor pelatih lokal Afrika setelah pada tahun 2006 hingga 2010, Mesir selalu jadi juara di bawah asuhan Hassan Shehata.

"Orang-orang kulit putih hanya datang ke Afrika untuk uang. Mereka tidak melakukan apa yang tidak bisa kami lakukan. Saya tidak rasis tapi seperti itulah adanya," ujar Keshi seperti dilansir Reuters.

"Saya tidak pernah anti pelatih berkulit putih di Afrika, karena saya selalu bekerja dengan para pelatih berkulit putih," sambungnya.

"Jika Anda ingin membawa pelatih klasik dan berpengalaman dari Eropa, saya siap untuk belajar dari pelatih tersebut, karena dia lebih baik dari kami, dia punya pengetahuan lebih baik dari kami.

"Bagaimanapun, kami punya pemain Afrika berkualitas atau eks pemain Afrika yang bisa melakukan hal yang sama, tapi mereka tidak dapat kesempatan cuma karena mereka adalah orang kulit hitam. Saya tidak suka itu," demikian Keshi.

Tidak ada komentar: