
DUALA - Samuel Eto’o mengungkapkan hal yang cukup
mengejutkan terkait Asosiasi Sepakbol Kamerun (FCF). Pemain Anzhi
Makhachkala ini menuding FCF memiliki rencana untuk membunuh dirinya.
Merasa
keselamatan dirinya terancam, Eto’o pun mengatakan bahwa dirinya sampai
harus memakai jasa keamanan. Mantan pemain Barcelona ini merasa
kehidupannya mulai diusik oleh FCF.
"Para pemimpin FCF ingin menyerang hidup saya. Mereka ingin membunuh saya," ungkap Eto'o kepada media asal Kamerun, Je Wanda, seperti dilansir oleh ESPN.
“Saya
hidup dengan sejumlah pengawal, bahkan sampai seorang harus menjaga di
depan pintu rumah saya. Saya melakukan ini semua bukan karena sombong,
melainkan demi kemananan,” sambungnya.
Dalam wawancara tersebut,
Eto’o juga mengatakan bahwa para pimpinan FCF tak memiliki kredibilitas
dan pelaku korupsi. Sampai-sampai Eto’o mengatakan bahwa kostum timnas
didatangkan langsung dari supliernya dibandingkan disalurkan lewat FCF.
"(Asosiasi)
telah menggelapkan uang kami cukup lama. Bukannya mengatur sepakbola
untuk kepentingan umum, mereka cuma fokus dengan misi-misi fiktif,
perjalanan kelas satu, dan rekening bank di Eropa yang tak bisa
dilacak," tuding Eto’o.
Ketegangan antara Eto’o dan FCF memang
bukan kali ini saja, sebelumnya Eto’o bersama 10 pemain lainnya menolak
bergabung ke timnas untuk melakoni laga persahabatan kontra Tanzania.
Bahkan
pada tahun ini, klub berjuluk Les Lions Indomitables itu gagal lolos
kualifikasi Piala Afrika. Alhasil, salah satu petinggi FCF sampai
mengatakan bahwa Eto’o berusaha untuk merusak kestabilan sepakbola
Kamerun.
Senin, 11 Februari 2013
Eto'o: Asosiasi Sepakbola Kamerun Mau Bunuh Saya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar