
Skuat timnas Indonesia Pra Piala Asia 2015
terus mencoba mengenali kekuatan tim lawan di Grup C, Irak. Satu di
antaranya adalah apiknya skema serangan Irak yang digalang dari sayap.
Pelatih timnas Nil Maizar menjelaskan,
pihaknya terus berbenah menutup kekurangan tim untuk menghalau serangan
sayap saat berhadapan dengan Irak, 6 Februari 2013 mendatang.
"Kami melihat sayap Irak itu bagus, kedua wing-back-nya bagus suka masuk ke dalam dan overlap juga. Ada pemain nomor tujuh dan nomor enam sering masuk ke dalam, dan sering nyetak gol itu yang nomor tujuh,"Nil sudah menggembleng skuat timnas dalam
latihan Minggu sore hari di Stadion Mini USU setelah membatalkan latihan
pagi di Stadion TD Pardede.
"Kami harus menjaga pergerakan itu. Gelandang harus muncul membackup itu [pergerakan sayap Irak]," timpalnya.
Persoalan
timnas memang pelik dengan skuat apa adanya, semua lini dituntut
berbenah. Khusus di lini tengah, uji coba lawan Semen Padang pekan lalu
menjadi tolak ukur bahwa lini tengah masih jauh dari harapan, timnas
tidak punya gelandang bertahan dan playmaker yang mumpuni.
"Semua
sudah dilatih, hanya kadang lupa. Di tengah ada Mofu [Venri], juga
Taufik. Persoalannya kalau kubu lawan seperti pemain Irak ada dua,
timnas kita harus tiga orang menjaga. Ini harus sudah disiplin menjaga
posisi untuk halau serangan itu. Misalnya, pas dapat bola pemain lempar
bola tidak ada tujuan, malah dapat lawan dan diserang lagi. Ini sudah
kita koordinasikan antar lini perlini," bebernya.
Juga di lini
belakang, bek sayap kanan yang ditempati Nopendi diakui Nil tampil
hilang fokus saat lawan Semen Padang. Nil berharap bisa memindahkan
Raphael Maitimo ke bek sayap kanan dan Novan Setya di kiri, sedangkan di
bek tengah ada Wahyu Wijiastanto serta Hamdi Ramdan. Sayangnya, Hamdi
Ramdan masih cedera di jari kaki.
"Iya Nopendi kehilangan
konsentrasi saat itu. Selain Nopendi, kita masih punya Syaiful Indra.
Kami hanya memanfaatkan apa yang ada, seandainya Hamdi Ramdan bisa duet
dengan Wahyu di tengah belakangan, maka Raphael bisa digeser ke kanan.
Kondisi Hamdi sudah mulai bagus. Kalau sudah kering [luka di jari] sudah
bisa main," ujarnya.
Sejatinya, Nil masih punya opsi di bek
sayap dengan masuknya Stevie Bonsapia (Persipura) yang tiba di Medan
Sabtu malam dan sudah ikut bersama tim Minggu sore.
"Tapi
direkondisi lagi. Secara umum saya sudah tahu permainannya, dia sempat
main di SEA Games. Kita lihat dulu kondisinya, bisa apa tidak kerja sama
dengan tim. Kalau layak akan dimainkan," tutur Nil.
Untuk lini depan, Nil berharap banyak pada Agung Supriyanto dan Mario Aibekop.
"Ada
beberapa opsi, ada pilihan soal formasi lini depan. Kami mainkan Andik
dan Mofu lawan Semen Padang ternyata tidak sesuai dengan keinginan.
Kayaknya normal Mario dan Agung. Andik lebih nyaman di wing dengan
speed. Agung dan Mario bagus, hanya butuh jam terbang," ungkapnya.
Kini ada 28 pemain yang ikut pemusatan latihan di Medan. Semua pemain akan ikut diberangkatkan.
"Manajer tidak mau ada pemain yang tinggal. Manajer tanggung jawab," lanjutnya.
Sementara
itu, Sarman Panggabean, Pemandu Bakat PSSI mengatakan kendala di timnas
adalah ada posisi kosong di tengah dan pemain kesulitan menempatkan
posisi.
"Rata-rata pemain sekarang ini tidak mengerti strategi
saat menyerang dan mundur tidak tahu posisi. Saat mundur yang fatal,
diambilalih lawan, itu terjadi berkali-kali. Kalau kita pemain nasional
sudah tahu breaker itu mana tidak harus dari pelatih sudah tahu,"
ujarnya di Hotel Saka.
Untuk mengantisipasi lemahnya lini tengah,
Sarman menjelaskan posisi Andik (Vermansyah) yang sempat dijadikan
striker lawan Semen Padang dikembalikan ke gelandang sayap.
"Di
tengah kopong sekali, Andik (Vermansyah) kembalikan ke gelandang.
Namun, di kiri pendamping dia secara diagoniali naik dan turun, belum
ada. Saya ingin Kurniawan (U-23). Semoga bisa diambil," pungkasnya.
Senin, 28 Januari 2013
Timnas Waspadai Serangan Sayap Irak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar