
Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Roy
Suryo mengungkapkan, jatuhnya sanksi (banned) dari FIFA jangan dianggap
sebagai bencana bagi persepakbolaan nasional, dan sebaiknya menjadikan
sanksi itu sebagai kebangkitan prestasi.
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hari ini
telah menunjuk Roy Suryo sebagai Menpora menggantikan Andi Mallarangeng
yang gterlibat kasus korupsi proyek Hambalang.
Dalam
keterangannya kepada wartawan di Istana Merdeka, Roy mengatakan, ada
tiga tugas pokok yang harus dijalani sebagai Menpora, yakni terkait
kasus korupsi yang membelit kantor Menpora, meningkatkan prestasi
olahraga nasional, serta menuntaskan dualisme di organisasi
persepakbolaan Indonesia (PSSI).
Roy mengakui penuntasan kisruh
sepakbola nasional tidak mudah, mengingat waktu yang tersedia sangat
pendek. Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat komite eksekutif (Exco)
FIFA, Indonesia diberi kesempatan hingga Maret 2013 untuk menyelesaikan
konflik. Jika tidak, maka akan dikenakan sanksi.
“Selama ini kan sanksi untuk PSSI di-pending (tunda) terus. Andai nanti tidak bisa diselesaikan, maka Indonesia bisa di-banned. Begitu juga kalau pemerintah intervensi, karena tidak boleh di statuta. Tak masalah jika PSSI di-banned. Saya akan langsung komunikasi dengan FIFA, berkonsultasi dengan KONI/KOI,” ujar Roy.
“Jangan anggap banned ini sebagai kehancuran, tapi sebagai awal kebangkitan. Kita lihat negara-negara yang pernah di-banned seperti Yunani dan Brunei Darussalam. Sepakbola mereka justru maju setelah kena sanksi.”
Sabtu, 12 Januari 2013
Roy Suryo: Tak Masalah Jika PSSI Di-Banned
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar