
Madrid - Untuk tim seperti Real Madrid,
tertinggal sampai 15 poin dari pemuncak klasemen sementara, plus
sejumlah kontroversi yang belakangan ini bermunculan, membuat mereka
terlihat berantakan.
Jose Mourinho, faktanya, mulai menurun popularitasnya ketika Marca -- harian besar Spanyol yang identik sebagai pendukung El Real -- menampilkan sebuah polling di akhir Desember. Hasil yang cukup mengejutkan, bahwa sebagian besar Madridista setuju apabila The Special One dipecat.
Polling
itu dipublikasikan hanya beberapa hari setelah Mourinho
membangkucadangkan Iker Casillas di pertandingan liga melawan Malaga,
yang membuat geger pendukung Madrid.
Mereka makin tak percaya
ketika di laga berikutnya, melawan Real Sociedad, Mourinho kembali
menepikan penjaga gawang nomor satu Spanyol itu. Casillas sungguh
beruntung karena hanya delapan menit mendekam di bench, gara-gara Antonio Adan diganjar kartu merah.
Insiden tak sedap kembali menghampiri Los Blancos
tiga hari lalu. Sergio Ramos mendapatkan dua kartu kuning saat melawan
Celta Vigo di Copa del Rey, dan kartu merahnya itu diperburuk dengan
putusan skorsing 5 pertandingan karena menghardik wasit.
Dan tadi malam (12/1/2013), Madrid cuma mendapatkan skor 0-0 dari lawatannya ke markas Osasuna. Bagian yang sangat buruk adalah, status Osasuna saat kickoff adalah tim juru kunci!
Catatan lain dari Infostrada adalah,
itu adalah kali pertama sejak April 2012, Real Madrid bermain 0-0 di
sebuah laga La liga. Juga, Madrid sudah empat kali di musim ini gagal
mencetak gol di babak pertama. Di tiga partai sebelumnya, kegagalan itu
berbuah kekalahan, yaitu dari Sevilla, Betis, dan Malaga.
Tapi,
efek terburuk dari hasil imbang dengan Osasuna tersebut adalah, Madrid
kini terpaut 15 poin dari pimpinan klasemen sementara, Barcelona.
Bahkan, apabila Barca malam ini bisa mengalahkan Malaga, selisih itu
menjadi 18 poin. Logika paling gampangnya adalah, untuk menyamai
perolehan angka Los Cules, Madrid harus menang enam kali dan
rivalnya itu pun harus kalah sampai enam kali. Artinya, kans Madrid
untuk mempertahankan titel juara sudah teramat kecil.
Menariknya, Mourinho dengan enteng menerima hasil seri tersebut. Tidak menyerang siapapun, tidak mengkritik siapapun.
"Saya menyukai sikap tim ini, saya tak punya kritikan," sesimpel itu dia bilang, dikutip situs resmi klub.
"Penjelasan
(selisih poin) sudah dimulai sejak matchday pertama, dan sejak itu
banyak hal terjadi dan saya tak ingin membahasnya. Setelah itu, ketika
jarak sudah besar, satu tim bermain tanpa tekanan, tim lainnya merasa
seolah-olah mereka tak bisa memangkas jarak tersebut. Lalu ada isu-isu
tentang motivasi."
Apakah dari pernyataan-pernyataan "datarnya"
itu Mourinho sesungguhnya mulai menyerah? Bagaimana potensi Madrid di
Liga Champions dalam keadaan berantakan saat ini?
Minggu, 13 Januari 2013
Real Madrid Berantakan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar