
MÁLAGA – Bagi para petinggi Real Madrid, raihan rekor apapun mungkin tak ada artinya. Hanya limpahan trofi prestisius yang diperhitungkan sebagai jaminan seseorang bertahan di Santiago Bernabéu.
Bahkan masing-masing satu gelar Copa del Rey dan La Liga, belum menjadi agunan lestarinya posisi José Mourinho di kursi kepelatihan Los Blancos. Rumor akan didepaknya entrenador eksentrik itu mengingatkan Manuel Pellegrini akan masa-masanya dulu saat menjabat di posisi yang sama dengan Mourinho.
Selama semusim, (2009/2010), Pellegrini memang gagal mempersembahkan satu pun gelar untuk Madrid. Tapi setidaknya, Pellegrini mengunci rekor 96 poin dalam semusim. Tapi seperti yang terurai di atas, rekor itu tak menjadi jaminan mutu.
Musim berikutnya, pria berpaspor Cile itu mesti meninggalkan Madrid lantaran diberhentikan manajemen klub. Walau begitu, Pellegrini tak menyimpan penyesalan sama sekali, baik saat mengingat masa-masanya menjadi pelatih maupun caranya mengakhiri karier di Madrid.
“Saya tidak menyesali masa-masa saya atau saat saya keluar dari Real Madrid. Kami menjalani musim terbaik untuk Madrid dengan rekor poin itu. Saya akan selalu bersyukur akan kesempatan itu,” tutur Pellegrini.
“Yang saya sesali adalah, tidak adanya kondisi internal klub yang nyaman, untuk mengembangkan proyek yang saya rancang. Tetapi itu semua bukan tergantung dari saya,” tukas pelatih yang kini membesut Málaga itu, seperti dilansir Football-Espana,
Sabtu, 08 Desember 2012
Pellegrini Tak Menyesal Tinggalkan Madrid
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar