MUNICH – Gosip “perjodohan” Josep Guardiola yang
dikabarkan bakal menjadi suksesor Jupp Heynckes di Bayern Munich,
ditentang habis legenda hidup Oliver Khan. Karakter Guardiola yang Barca
‘abis’ dianggap takkan cocok menakhodai Raksasa Bavaria.
Sebelumnya,
Heynckes memang sempat mengutarakan bahwa dirinya berniat pensiun,
akhir musim nanti dengan alasan kondisi kesehatan. Kendati manajemen Die Rote Teufel belum bermanuver mencari pengganti, sejumlah media sudah mendahului mengaitkan eks-entrenador Barca itu sebagai nominator.
“Pep
Guardiola sudah sangat terpengaruh dengan budaya Barcelona. Dia tak
hanya menjadi pelatih tim cadangan dan tim utama, tapi juga sudah pernah
bermain di sana selama kurun waktu 11 tahun sebagai pemain. Tak banyak
klub yang punya identitas kuat seperti Barcelona,” papar Kahn, legenda
Bayern dan tim nasional Jerman.
“Akan sulit baginya untuk
mengadaptasikan hidupnya dengan klub lain, seperti Bayern dengan
karakter dan filosofi Barca yang kuat. Saya tak hanya membicarakan
hambatan bahasa,” lanjutnya, sebagaimana dilansir Soccerway, Rabu (12/12/2012).
Andai
nantinya para petinggi Bayern ‘menuruti’ rumor yang dimunculkan media
dengan mendatangkan Guardiola, setidaknya Kahn punya saran alternatif,
yakni memulai era Guardiola dengan proses transisi.
“Jika Bayern
mengejar Guardiola, keduanya mesti berkompromi. Atau, mengapa tidak
menghadirkan musim transisi, di mana Guardiola melatih bersama Heynckes?
Dengan Henyckes bekerja di belakang layar, bisa membantu memuluskan
banyak hal saat Guardiola masih terpengaruh dengan filosofinya,” tambah
Kahn.
Tapi satu hal yang perlu dilakukan Bayern jika ingin
mengganti Henyckes, Kahn ingin Bayern mencari pembesut muda. Biasanya,
yang muda yang kaya ide dan gagasan segar. Kedua hal itu vital jika
ingin Bayern memasuki era baru di Eropa.MUNICH – Gosip “perjodohan” Josep Guardiola yang
dikabarkan bakal menjadi suksesor Jupp Heynckes di Bayern Munich,
ditentang habis legenda hidup Oliver Khan. Karakter Guardiola yang Barca
‘abis’ dianggap takkan cocok menakhodai Raksasa Bavaria.
Sebelumnya,
Heynckes memang sempat mengutarakan bahwa dirinya berniat pensiun,
akhir musim nanti dengan alasan kondisi kesehatan. Kendati manajemen Die Rote Teufel belum bermanuver mencari pengganti, sejumlah media sudah mendahului mengaitkan eks-entrenador Barca itu sebagai nominator.
“Pep
Guardiola sudah sangat terpengaruh dengan budaya Barcelona. Dia tak
hanya menjadi pelatih tim cadangan dan tim utama, tapi juga sudah pernah
bermain di sana selama kurun waktu 11 tahun sebagai pemain. Tak banyak
klub yang punya identitas kuat seperti Barcelona,” papar Kahn, legenda
Bayern dan tim nasional Jerman.
“Akan sulit baginya untuk
mengadaptasikan hidupnya dengan klub lain, seperti Bayern dengan
karakter dan filosofi Barca yang kuat. Saya tak hanya membicarakan
hambatan bahasa,” lanjutnya, sebagaimana dilansir Soccerway, Rabu (12/12/2012).
Andai
nantinya para petinggi Bayern ‘menuruti’ rumor yang dimunculkan media
dengan mendatangkan Guardiola, setidaknya Kahn punya saran alternatif,
yakni memulai era Guardiola dengan proses transisi.
“Jika Bayern
mengejar Guardiola, keduanya mesti berkompromi. Atau, mengapa tidak
menghadirkan musim transisi, di mana Guardiola melatih bersama Heynckes?
Dengan Henyckes bekerja di belakang layar, bisa membantu memuluskan
banyak hal saat Guardiola masih terpengaruh dengan filosofinya,” tambah
Kahn.
Tapi satu hal yang perlu dilakukan Bayern jika ingin
mengganti Henyckes, Kahn ingin Bayern mencari pembesut muda. Biasanya,
yang muda yang kaya ide dan gagasan segar. Kedua hal itu vital jika
ingin Bayern memasuki era baru di Eropa.
“Bayern butuh pelatih
dengan keputusan-keputusan yang berani, serta ide-ide baru yang
diperlukan untuk membimbing Bayern ke era baru. Jika sudah, maka Bayern
bisa menetapkan standar baru di Eropa,” tuntas kiper berjuluk Der Titan tersebut.
“Bayern butuh pelatih
dengan keputusan-keputusan yang berani, serta ide-ide baru yang
diperlukan untuk membimbing Bayern ke era baru. Jika sudah, maka Bayern
bisa menetapkan standar baru di Eropa,” tuntas kiper berjuluk Der Titan tersebut.
Rabu, 12 Desember 2012
Kahn: Bayern & Guardiola Takkan Berjodoh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar