Rabu, 01 Agustus 2012

English raya atau Uruguay menhadapi pertarungan hidup mati

LONDON - Britania Raya boleh dibilang jadi tim paling haus gelar di antara tim favorit yang bertarung di Olimpiade 2012. Sayang, setelah mengemas dua laga, Ryan Giggs dkk belum aman di fase grup, hingga mereka harus bertarung hidup-mati di partai terakhir menghadapi tim kuat Uruguay. Peluang Britania Raya pupus cukup besar. Meski saat ini, anak asuh Stuart Pearce menduduki peringkat puncak, Britania Raya bisa tersingkir menyusul Spanyol yang lebih dulu kehilangan tiket perempatfinal karena dua kali kalah. Skenario yang buruk bagi Ryan Giggs dkk, ialah mereka gagal menaklukan Uruguay sementara, Senegal membantai UEA. Klasemen di Grup A, masih ketat, karena tiga tim masih berpeluang lolos. Britania Raya di puncak klasemen mengoleksi poin empat, hasil sekali menang dan sekali seri, disusul Senegal dengan poin sama, namun masih kalah selisih gol. Uruguay di tempat ketiga dengan poin tiga, sementara UEA di posisi juru kunci karena belum pernah menang. “Setiap pertandingan ialah final, itulah situasinya ketika bermain di babak grup di sebuah turnamen.Dan kemudian tekanan lebih besar datang lagi. Sekarang tinggal kami, atau Uruguay,” kata Stuart Pearce, seperti dikutip Walesonline, Selasa (31/7/2012). Fenomena Spanyol, sudah cukup untuk mengingatkan pemain Britania Raya agar tidak terlena dengan hasil yang mereka raih saat ini. Sebelum partai pamungkas digelar, tidak ada jaminan apapun bagi mereka. Meski, kegagalan Spanyol, di satu sisi juga berarti membuat kepercayaan diri mereka membuncah untuk menggondol medali dari olahraga paling populer sejagad ini. Britania Raya kini tinggal berharap dukungan penuh suporter di Stadion Cardiff Millenium, pada laga nanti, bisa menambah semangat pasukannya menghancurkan Uruguay hingga mereka lolos ke babak berikut. Dia percaya puluhan ribu penonton akan memberikan dukungan langsung di stadion, seperti saat pertandingan sebelumnya. (fit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar